Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DEGRADASI SPIRIT KEBERAGAMAAN PADA KALANGAN REMAJA DI DESA ULUNAMBO KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Juhaepa Juhaepa; Sarmadan; Feri Afrian
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (3) untuk mengetahui upaya mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Jenis Penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik purposive sampling. Jenis data kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kalangan remaja muslim mengalami penurunan semangat beragama dalam hal melaksanakan sholat, membaca Al Qur'an, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, sejak tahun 2020 sampai saat ini. Menurunnya spirit keberagamaan disebabkan oleh beberapa faktor, yakni lingkungan pergaulan, penyalahgunaan gadget, kurangnya motivasi keberagamaan dari orangtua dan kurangnya keasadaran dalam diri remaja untuk selalu taat beragama. Adapun upaya yang dilakukan orang tua dan tokoh agama untuk mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada remaja adalah dengan cara menyekolahkan anak-anak mereka disekolah agama dan memberikan motivasi keberagamaan untuk para remaja
Transformasi Peran Gender dan Reorganisasi Struktur Sosial: Studi tentang Perempuan Tani dalam Sektor Informal Syaifudin Suhri Kasim; Juhaepa; Sarpin; Aryuni Salpiana Jabar; Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i3.116

Abstract

This study aims to analyze how the transformation of female farmers' roles in the informal sector impacts social structure and gender relations within agrarian communities in Konda District, South Konawe Regency. Women who were previously confined to domestic roles are now increasingly active as economic agents in informal sectors, including subsistence agriculture, local trade, and home-based agro-enterprises. Using a descriptive qualitative approach and in-depth interviews with 15 key informants, the study finds that this role transformation has stimulated a reorganization of social structures, particularly through the growing recognition of women’s productive contributions in public community spaces. Findings indicate that despite facing structural barriers such as limited access to resources and double workload burdens, female farmers are developing adaptive strategies based on social networks, symbolic capital, and local cultural values. This process signifies a significant shift in power relations between men and women at both household and community levels. Therefore, inclusive and gender-responsive policies are needed to strengthen the position of female farmers as agents of social transformation and sustainable rural developmen
DEGRADASI SPIRIT KEBERAGAMAAN PADA KALANGAN REMAJA DI DESA ULUNAMBO KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Juhaepa Juhaepa; Sarmadan; Feri Afrian
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (3) untuk mengetahui upaya mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Jenis Penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik purposive sampling. Jenis data kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kalangan remaja muslim mengalami penurunan semangat beragama dalam hal melaksanakan sholat, membaca Al Qur'an, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, sejak tahun 2020 sampai saat ini. Menurunnya spirit keberagamaan disebabkan oleh beberapa faktor, yakni lingkungan pergaulan, penyalahgunaan gadget, kurangnya motivasi keberagamaan dari orangtua dan kurangnya keasadaran dalam diri remaja untuk selalu taat beragama. Adapun upaya yang dilakukan orang tua dan tokoh agama untuk mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada remaja adalah dengan cara menyekolahkan anak-anak mereka disekolah agama dan memberikan motivasi keberagamaan untuk para remaja
Transformasi Peran Gender dan Reorganisasi Struktur Sosial: Studi tentang Perempuan Tani dalam Sektor Informal Syaifudin Suhri Kasim; Juhaepa; Sarpin; Aryuni Salpiana Jabar; Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i3.116

Abstract

This study aims to analyze how the transformation of female farmers' roles in the informal sector impacts social structure and gender relations within agrarian communities in Konda District, South Konawe Regency. Women who were previously confined to domestic roles are now increasingly active as economic agents in informal sectors, including subsistence agriculture, local trade, and home-based agro-enterprises. Using a descriptive qualitative approach and in-depth interviews with 15 key informants, the study finds that this role transformation has stimulated a reorganization of social structures, particularly through the growing recognition of women’s productive contributions in public community spaces. Findings indicate that despite facing structural barriers such as limited access to resources and double workload burdens, female farmers are developing adaptive strategies based on social networks, symbolic capital, and local cultural values. This process signifies a significant shift in power relations between men and women at both household and community levels. Therefore, inclusive and gender-responsive policies are needed to strengthen the position of female farmers as agents of social transformation and sustainable rural developmen