Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Faktor Psikososial Terhadap Kelelahan Kerja Perawat di Wilayah Pesisir Bambang Hermawan; Heriyati Heriyati; Rizky Maharja; A.Suci Setiani Annisa; Yusniar Anggraeny
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 2 (2025): Accelerating SDGs Implementation in Indonesia towards a Golden Indonesia 2045
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i2.96

Abstract

Kelelahan kerja pada perawat merupakan isu krusial yang berdampak signifikan terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Perawat, sebagai garda terdepan dalam pelayanan, memiliki beban kerja yang tinggi yang dapat meningkatkan risiko kelelahan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas layanan, meningkatkan risiko kesalahan medis, dan mengancam keselamatan pasien. Selain itu, kelelahan kerja dapat menyebabkan gangguan fisik seperti kelelahan kronis dan insomnia, serta masalah psikologis seperti burnout, yang berdampak pada produktivitas dan kepuasan kerja perawat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor psikososial terhadap kelelahan kerja perawat di wilayah pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Seluruh perawat instalasi rawat inap di RSUD Majene adalah sampel penelitian ini yang berjumlah 150 orang yang dipilih secara purposive sampling. Variabel penelitian yaitu kelelahan kerja, beban kerja mental, stres kerja, kinerja, dan faktor sosial. Kelelahan kerja, beban kerja mental, kinerja, dan faktor sosial diperoleh menggunakan kuisioner, sedangkan stres kerja diukur melalui aktivitas enzim amilase menggunakan Cocorometer. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56 orang (37,3%) perawat mengalami kelelahan kerja tingkat sedang. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh beban kerja mental (p-value=0,048), stres kerja (p-value=0,001), dan kinerja (p-value=0,001) terhadap kelelahan kerja. Sementara itu, faktor sosial (p-value=0,251) tidak berpengaruh terhadap kelelahan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan perawat di wilayah pesisir dipengaruhi oleh beban kerja mental, stres kerja, dan kinerja.
The Relationship Between Occupational Noise Exposure and Work Fatigue Among Apron Workers at Tampa Padang Airport Nurul Pratiwi Army; Annisa Suwahru; Astaman Sultan; Suci Setiani Annisa; Yusniar Anggraeny; Rizky Maharja; A. Mifta Farid Panggeleng; Bambang Hermawan
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal EduHealt, April - June
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work fatigue is a condition characterized by a decrease in work efficiency and physical endurance, with direct implications for workforce productivity and occupational safety. Apron workers at airports are simultaneously exposed to multiple occupational risk factors, most notably high levels of noise continuously generated by aircraft engines and ground support equipment operations. In addition to noise, age, workload, working hours, and length of service also influence the occurrence of work fatigue. This study analyzed the relationships between age, workload, working hours, length of service, and noise intensity with work fatigue among apron workers at Tampa Padang Airport, Mamuju. An observational analytic design with a cross-sectional approach was applied, conducted in January–February 2026. A total of 71 workers were selected through proportionate stratified random sampling from a population of 242. Work fatigue was measured using a reaction timer, workload via working pulse rate monitoring, and noise intensity using a sound level meter. Data on age, working hours, and length of service were collected through structured questionnaires. Univariate and bivariate analyses were performed using the chi-square test (α = 0.05). Results showed that 48 workers (67.6%) experienced work fatigue. Significant relationships were found between age (p = 0.001), workload (p = 0.001), working hours (p = 0.001), length of service (p = 0.001), and noise intensity (p = 0.017) with work fatigue. Management is advised to align working hours with regulatory standards and to enforce the mandatory use of hearing protection devices (earplugs/earmuffs) for all apron workers.