Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Puzzle Mempengaruhi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah di TK At Taqwa Mekarsari Cimahi Puzzle influence motoric development smile age of prasekolah Erni Yuniati
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/yfgmsd43

Abstract

Perkembangan motorik halus anak salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan alat permainan edukatif. Terdapat jenis permainan edukatif yang digunakan dalam menstimulus perkembangan motorik halus anak diantaranya adalah puzzle. Namun sayangnya dilapangan, kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan motorik halus anak masih belum dilakukan dengan adekuat, dalam hal ini frekuensinya masih kurang dari yang digunakan. Sehingga perkembangan motorik halus anak menjadi kurang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat permainan edukatif jenis puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak at Taqwa Mekarsari, Cimahi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment design dengan rancangan pretest dan posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 17 responden kelompok intervensi permainan edukatif jenis puzzle. Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dengan cara observasi. Penilaian menggunakan lembar instrumen DENVER II yang diambil aspek pengukuran motorik halus. Analisa data yang digunakan adalah uji t 2 sampel dependen dan uji t 2 sampel independen untuk bivariat. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan motorik halus anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan puzzle.
Pengaruh psikoedukasi (comprehensive model) dan Mindfullness Based Cognitive Therapy (MBCT) terhadap self concept dan life satisfaction remaja dengan self harm Narullita, Dewi; Yuniati, Erni
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i1.1432

Abstract

Latar Belakang: Remaja dalam tumbuh kembangnya memiliki tugas perkembangan. Namun, sebagian remaja tidak berhasil memenuhinya sehingga memicu munculnya distress. Distres menyebakan emosi negatif dan apabila tidak dikendalikan menyebabkan remaja melakukan self-harm. Self-harm adalah kondisi kegagalan mekanisme koping individu dalam menghadapi stres. Self-harm dilakukan  remaja sebagai upaya untuk mengurangi emosi negatif. Salah satu penyebab self-harm pada remaja yaitu konsep diri yang rendah dan tidak tercapainya kepuasan hidup.Metode: Desain penelitian yaitu quasi experiment pretest and posttest with control group. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yaitu sebanyak 46 orang yang diklasifikasikan menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Skala Konsep Diri (Fitts dan Berzonsky) Satisfaction with Life Scales (SWLS).Hasil: Hasil uji paired t test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna konsep diri (p-value : 0,000) dan kepuasan hidup remaja (p-value : 0,000) yang melakukan self-harm setelah diberikan Psikoedukasi dan MBCTKesimpulan: Penerapan Psikoedukasi dan MBCT direkomendasikan  untuk mengatasi self-harm terutama dalam meningkatkan self-concept dan life satisfaction pada remaja.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Stimulasi Dini Anak Usia 0-59 Bulan Pada Ibu-Ibu Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Tengah Kab. Bungo Suhaela Aro`fah; Erni Yuniati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Background: Children are the next generation of the Nation whose quality must be maintained, good or bad the quality of a child will depend on the quality of growth and development in the golden age, namely 0-5 years. .the main factor that affects the quality of children's growth and development is to stimulate children's development Purpose: Mothers are able to understand and carry out early stimulation independently of their children. Method: Provide health education about early stimulation. Results: Mothers who have followed.counseling is able to understand how to do early stimulation. Conclusion: All the material can be delivered well and can be accepted by the participants 
Penyuluhan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Siswa Kelas Xii Di Sma Negeri 12 Muara Bungo Erni Yuniati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Background: Several studies show that the level of adolescent knowledge about reproductive health is still low. As research from (Rizky, 2010) states that of 73 students, 72.2% of them have less knowledge about adolescent   reproductive health. The level of adolescent knowledge about reproductive health affects adolescent behavior in maintaining their reproductive health. If reproductive health education has been given to adolescents from an early age and started from the family, sex can be prevented. Lack of knowledge, nature and risky behavior in adolescents that have an impact on reproductive health status, adolescents need the availability of adolescent care health services that can meet the health needs of adolescents, especially services for adolescent-friendly reproductive health. Currently, several methods of health education regarding adolescent reproductive health have been developed, such as lectures and discussions, focus group discussions and health education. Purpose: To increase knowledge about reproductive health in class XII students at SMA N 12 Muara Bungo, Method: The method of applying science and technology is to provide counseling about reproductive health at SMA N 12 Muara Bungo which is carried out classically, lectures and questions and answers, all students class XII at SMA N 12 Muara Bungo who was present could take part in counseling activities on reproductive health. Results : From the results of the evaluation of the activities that have been carried out, the results obtained are in accordance with the objectives of the activity, namely 80% of participants can know what reproductive health is. Conclusion: From the activities that have been carried out, it can be concluded that there is an increase in the knowledge of class XII students at SMA N 12 Muara Bungo about reproductive health 
HUBUNGAN KEMAMPUAN IBU MENSTIMULUS DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Erni Yuniati
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 2 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah generasi penerus bangsa dan negara, yang harus diperhatikan sedini mungkin mengenai pertumbuhan dan perkembangannya. Pembinaan tumbuh kembang anak berawal dan berdasar pada keluarga dalam hal ini adalah orang tua atau ibu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kegagalan pertumbuhan dan perkembangan anak antara lain yaitu kemampuan ibu dalam menstimulus pertumbuhan dan perkembangan anak. Kemampuan orang tua menstimulasi tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pengetahuan orangtua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kemampuan ibu menstimulus dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah. Penelitian ini bersifat korelasi dengan jenis penelitiannya kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Muara Bungo 1. Teknik pengambilan sampel yaitu purpossive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian menggunakan ukuran antropometri untuk deteksi pertumbuhan dan standar normalnya dilihat dari berat badan mengunakan timbangan dan tinggi badan menggunakan meteran, perkembangan menggunakan DDST. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariate antara variabel independen dengan variabel dependen untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel, uji statistic yang digunakan adalah pearson chi square. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan orangtua dalam menstimulus dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Muara Bungo I.
Sandplay Mempengaruhi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah Yuniati, Erni
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 2 No. 2 (2018): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.2280

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Menurut WHO, 5-25% anak usia prasekolah mengalami gangguan perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halus anak salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan alat permainan edukatif. Terdapat jenis permainan edukatif yang digunakan dalam menstimulus perkembangan motorik halus anak diantaranya adalah pasir (sandplay). Namun sayangnya dilapangan, kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan motorik halus anak masih belum dilakukan dengan adekuat, dalam hal ini frekuensinya masih kurang dari yang digunakan. Sehingga perkembangan motorik halus anak menjadi kurang optimal.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat permainan edukatif jenis pasir (sandplay) terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak at Taqwa Mekarsari, Cimahi Jawa Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment design dengan rancangan pretest dan posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 17 responden kelompok intervensi permainan edukatif jenis pasir (sandplay). Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dengan cara observasi. Penilaian menggunakan lembar instrumen DENVER II yang diambil aspek pengukuran motorik halus. Analisa data yang digunakan adalah uji t 2 sampel dependen dan uji t 2 sampel independen untuk bivariat.Hasil: penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh  intervensi permainan edukatif jenis pasir (sandplay) terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah.  Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan motorik halus anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan pasir (sandplay). Kata kunci: Perkembangan motorik halus, stimulus sandplay. AbstractBackground: According to WHO, 5-25% of preschool aged children experience impaired smooth motor development. Fine motor development of the child one of them influenced by the use of educational game tools. There are types of educational games used in stimulating smooth motor development of children such as sand (sandplay). But unfortunately in the field, activities that can stimulate the smooth motor development of children are still not done adequately, in this case the frequency is still less than that used. So the smooth motor development of the child becomes less than optimal.Objective:  The purpose of this research is to know the effect of using sand game of sandblast (sandplay) to the fine motor development of preschool age children in Kindergarten at Taqwa Mekarsari, Cimahi, West Java. Method: This research uses quasi experiment design method with pretest and posttest design. The sampling technique used purposive sampling of 17 respondents of intervention group of educational game of sand (sandplay) type. Assessment using the DENVER II instrument sheet taken on the fine motor measurement aspect. Data analysis used is t test of 2 dependent samples and t test 2 independent samples for bivariate. Result: The result of the research shows that there is an influence of sandplay game education to the development of fine motor of children. Based on the results of research, to stimulate the smooth motor development of children, to be done by increasing the frequency of the game, can use sand (sandplay). Keywords : Development of fine motor, sandplay stimulus
PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF JENIS PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH Erni Yuniati; Dewi Narullita
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 6 No 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/49q44g25

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan personal sosial anak salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan alat permainan edukatif. Terdapat jenis permainan edukatif yang digunakan dalam menstimulus perkembangan personal social anak diantaranya adalah puzzle. Namun sayangnya dilapangan, kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan personal sosial anak masih belum dilakukan dengan adekuat, dalam hal ini frekuensinya masih kurang dari yang digunakan. Sehingga perkembangan personal sosial anak menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan alat permainan edukatif puzzle terhadap perkembangan personal sosial anak usia prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kuning X.  Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment design dengan rancangan pretestdan posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 17 responden kelompok intervensi permainan edukatif jenis puzzle. Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dengan cara observasi.Penilaian menggunakan lembar instrumen DENVER II yang diambil aspek pengukuran personal sosial. Analisa data yang digunakan adalah uji t 2 sampel dependen dan uji t 2 sampelindependen untuk bivariat. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis puzzleterhadap perkembangan personal social anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan personal sosia anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan puzzle. Hasil : Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis puzzleterhadap perkembangan personal sosial anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan personal sosial anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan puzzle. Kesimpulan : Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terjadi perubahan peningkatan perkembangan personal sosial anak setelah diberikan intervensi permainan edukatif jenis puzzle