Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF JENIS PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH Erni Yuniati; Dewi Narullita
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 6, No 1 (2021): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v6i1.274

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan personal sosial anak salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan alat permainan edukatif. Terdapat jenis permainan edukatif yang digunakan dalam menstimulus perkembangan personal social anak diantaranya adalah puzzle. Namun sayangnya dilapangan, kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan personal sosial anak masih belum dilakukan dengan adekuat, dalam hal ini frekuensinya masih kurang dari yang digunakan. Sehingga perkembangan personal sosial anak menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan alat permainan edukatif puzzle terhadap perkembangan personal sosial anak usia prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kuning X.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment designdengan rancangan pretestdan posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive samplingsejumlah 17 responden kelompok intervensi permainan edukatif jenis puzzle. Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dengan cara observasi.Penilaian menggunakan lembar instrumen DENVER II yang diambil aspek pengukuran personal sosial. Analisa data yang digunakan adalah uji t 2 sampel dependen dan uji t 2 sampelindependen untuk bivariat. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis puzzleterhadap perkembangan personal social anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan personal sosia anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan puzzle.Hasil : Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis puzzleterhadap perkembangan personal sosial anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan personal sosial anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan puzzle.Kesimpulan : Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terjadi perubahan peningkatan perkembangan personal sosial anak setelah diberikan intervensi permainan edukatif jenis puzzle Kata Kunci :Puzzle, Personal Sosial
JARAK KELAHIRAN MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU DUSUN SUNGAI GAMBIR KABUPATEN BUNGO Erni Yuniati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v3i1.69

Abstract

Latar Belakang : Pengaturan jarak kelahiran yang optimal bagi anak sangat penting agar anak mendapatkan ASI sampai berumur 2 tahun sebelum anak berikutnya lahir. Karena jarak kelahiran berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih efektif dibandingkan intervensi kesehatan lainnya, termasuk pemenuhan gizi balita. Hasil studi lapangan di Dusun Sungai Gambir terdapat jumlah anak balita 341, dimana kasus gizi buruk ditemukan sebanyak 1 orang, sementara balita BGM (bawah garis merah) sebanyak 15 orang. Terdapat banyak penelitian yang membuktikan bahwa banyak anak yang menderita gangguan gizi oleh karena ibunya sedang hamil lagi atau adiknya yang baru telah lahir, sehingga perawatan kepada anak tersebut tidak maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jarak kelahiran dengan status gizi balita di Posyandu Dusun Sungai Gambir Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Landai Kabupaten Bungo.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan studi korelasi (Correlation study), cara pengambilan sampel adalah dengan teknik total sampling dan jumlah populasi/ responden berjumlah 34 responden.Hasil : Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki anak dengan jarak kelahiran jauh yaitu 25 orang (73,5%) dan sebagian besar status gizi balita adalah gizi baik yaitu 22 orang (64,7%).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan jarak kelahiran dengan status gizi balita di Posyandu Dusun Sungai Gambir Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Landai (p=0.004 < α=0,05). Kata Kunci : Jarak Kelahiran; Status Gizi Balita
Assessing the Effectiveness of Problem-Based Learning on the Academic Performance of Grade XII Students Yuniati, Erni
English Language and Literature in Education Journal Vol. 2 No. 2 (2024): ELLINE Journal
Publisher : Nexus Publishing NXP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/2yrbf166

Abstract

Traditional teaching methods often fall short in cultivating critical thinking skills, real-world application, and student engagement, which are crucial for academic success and future readiness. These shortcomings can result in passive learning, limited problem-solving abilities, and a disconnect between theoretical knowledge and practical application, ultimately hindering students’ overall academic performance. To address these issues, this study aimed to examine the effectiveness of problem-based learning (PBL) as an alternative teaching method for enhancing the academic performance of Grade XII students at MAN 1 Kota Madiun. Utilizing a pre-experimental design, the research focused on a single class, specifically Class XII-IPS 2, with a sample of 32 students during the second semester of the 2021/2022 academic year. The topic investigated was “How to Prepare Your Future”. The study evaluated the impact of implementing PBL on the students’ academic performance by examining their engagement, critical thinking skills, and ability to apply their knowledge to real-life situations. The findings revealed that PBL significantly enhanced the students’ academic performance, leading to higher engagement, improved critical thinking, and better application of knowledge in real-world contexts. Students showed increased participation and initiative, developed sharper analytical and evaluative skills, and effectively transferred classroom learning to practical situations. These outcomes highlight PBL’s effectiveness in not only boosting academic achievement but also equipping students with vital skills for future success. The study suggests that educators and policymakers should integrate PBL into curricula to foster critical thinking and real-world problem-solving abilities, thereby better preparing students for academic and life challenges.
Puzzle Mempengaruhi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah di TK At Taqwa Mekarsari Cimahi Puzzle influence motoric development smile age of prasekolah Erni Yuniati
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/yfgmsd43

Abstract

Perkembangan motorik halus anak salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan alat permainan edukatif. Terdapat jenis permainan edukatif yang digunakan dalam menstimulus perkembangan motorik halus anak diantaranya adalah puzzle. Namun sayangnya dilapangan, kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan motorik halus anak masih belum dilakukan dengan adekuat, dalam hal ini frekuensinya masih kurang dari yang digunakan. Sehingga perkembangan motorik halus anak menjadi kurang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat permainan edukatif jenis puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak at Taqwa Mekarsari, Cimahi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment design dengan rancangan pretest dan posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 17 responden kelompok intervensi permainan edukatif jenis puzzle. Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dengan cara observasi. Penilaian menggunakan lembar instrumen DENVER II yang diambil aspek pengukuran motorik halus. Analisa data yang digunakan adalah uji t 2 sampel dependen dan uji t 2 sampel independen untuk bivariat. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan motorik halus anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan puzzle.
Pengaruh psikoedukasi (comprehensive model) dan Mindfullness Based Cognitive Therapy (MBCT) terhadap self concept dan life satisfaction remaja dengan self harm Narullita, Dewi; Yuniati, Erni
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i1.1432

Abstract

Latar Belakang: Remaja dalam tumbuh kembangnya memiliki tugas perkembangan. Namun, sebagian remaja tidak berhasil memenuhinya sehingga memicu munculnya distress. Distres menyebakan emosi negatif dan apabila tidak dikendalikan menyebabkan remaja melakukan self-harm. Self-harm adalah kondisi kegagalan mekanisme koping individu dalam menghadapi stres. Self-harm dilakukan  remaja sebagai upaya untuk mengurangi emosi negatif. Salah satu penyebab self-harm pada remaja yaitu konsep diri yang rendah dan tidak tercapainya kepuasan hidup.Metode: Desain penelitian yaitu quasi experiment pretest and posttest with control group. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yaitu sebanyak 46 orang yang diklasifikasikan menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Skala Konsep Diri (Fitts dan Berzonsky) Satisfaction with Life Scales (SWLS).Hasil: Hasil uji paired t test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna konsep diri (p-value : 0,000) dan kepuasan hidup remaja (p-value : 0,000) yang melakukan self-harm setelah diberikan Psikoedukasi dan MBCTKesimpulan: Penerapan Psikoedukasi dan MBCT direkomendasikan  untuk mengatasi self-harm terutama dalam meningkatkan self-concept dan life satisfaction pada remaja.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Stimulasi Dini Anak Usia 0-59 Bulan Pada Ibu-Ibu Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Tengah Kab. Bungo Suhaela Aro`fah; Erni Yuniati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Background: Children are the next generation of the Nation whose quality must be maintained, good or bad the quality of a child will depend on the quality of growth and development in the golden age, namely 0-5 years. .the main factor that affects the quality of children's growth and development is to stimulate children's development Purpose: Mothers are able to understand and carry out early stimulation independently of their children. Method: Provide health education about early stimulation. Results: Mothers who have followed.counseling is able to understand how to do early stimulation. Conclusion: All the material can be delivered well and can be accepted by the participants 
Penyuluhan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Siswa Kelas Xii Di Sma Negeri 12 Muara Bungo Erni Yuniati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Background: Several studies show that the level of adolescent knowledge about reproductive health is still low. As research from (Rizky, 2010) states that of 73 students, 72.2% of them have less knowledge about adolescent   reproductive health. The level of adolescent knowledge about reproductive health affects adolescent behavior in maintaining their reproductive health. If reproductive health education has been given to adolescents from an early age and started from the family, sex can be prevented. Lack of knowledge, nature and risky behavior in adolescents that have an impact on reproductive health status, adolescents need the availability of adolescent care health services that can meet the health needs of adolescents, especially services for adolescent-friendly reproductive health. Currently, several methods of health education regarding adolescent reproductive health have been developed, such as lectures and discussions, focus group discussions and health education. Purpose: To increase knowledge about reproductive health in class XII students at SMA N 12 Muara Bungo, Method: The method of applying science and technology is to provide counseling about reproductive health at SMA N 12 Muara Bungo which is carried out classically, lectures and questions and answers, all students class XII at SMA N 12 Muara Bungo who was present could take part in counseling activities on reproductive health. Results : From the results of the evaluation of the activities that have been carried out, the results obtained are in accordance with the objectives of the activity, namely 80% of participants can know what reproductive health is. Conclusion: From the activities that have been carried out, it can be concluded that there is an increase in the knowledge of class XII students at SMA N 12 Muara Bungo about reproductive health