Yuri Indri Yani
STIT Hamzah Al-Fansuri Sibolga Barus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of Tajribi, Burhani, Bayani, and 'Irfani Methods in Islamic Education Philosophy Yuri Indri Yani; Salminawati Salminawati; Usiono Usiono
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.10971

Abstract

General Background: Epistemology, as a core branch of philosophy, critically examines the nature, sources, and limits of knowledge. Specific Background: Within the Islamic intellectual tradition, epistemology encompasses distinct methodologies—tajribi, burhani, bayani, and ‘irfani—each rooted in different epistemic frameworks. Knowledge Gap: However, comprehensive analyses of how these methods are implemented within the context of Islamic education philosophy remain limited. Aims: This study aims to explore the application of Islamic epistemological methods in the study of Islamic educational philosophy. Results: Through qualitative descriptive library research, the study finds that the tajribi (empirical) method is utilized to understand physical realities, the burhani (rational) method to grasp metaphysical concepts, the bayani (textual-interpretative) method to extract meaning from sacred texts, and the ‘irfani (intuitive-spiritual) method to attain inner truths through spiritual practice. Novelty: The study synthesizes these diverse epistemological approaches and delineates their respective educational domains, offering an integrated framework for understanding Islamic knowledge acquisition. Implications: These findings contribute to the broader discourse on Islamic education by highlighting the multidimensional nature of knowledge in Islamic thought and advocating for a balanced pedagogical model that accommodates empirical, rational, textual, and spiritual dimensions. Highlights: Distinct epistemological methods reflect diverse paths to knowledge in Islam. Each method aligns with specific objects: material, rational, textual, or spiritual. Integration of these methods enriches Islamic educational philosophy. Keywords: Islamic Epistemology, Tajribi, Burhani, Bayani, ‘Irfani
Tradisi Kepenulisan Ulama Barus: Rekonstruksi Warisan Intelektual Islam Nusantara Yuri Indri Yani; Meli Handayani; Muhammad Iqbal; Mardinal Tarigan
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): EDISI JANUARI-JUNI 2026 (DALAM TERBITAN)
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/k5hcff36

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan merekonstruksi tradisi kepenulisan ulama Barus sebagai bagian dari warisan intelektual Islam Nusantara dengan menelusuri hubungan antara keulamaan, transmisi pengetahuan, budaya literasi, dan tinggalan sejarah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang meliputi penjaga makam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Barus. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan intelektual Islam Barus berkaitan dengan posisi Barus sebagai ruang perdagangan, mobilitas ulama, dakwah, dan transmisi ilmu. Makam Papan Tinggi, yang dalam memori masyarakat dikaitkan dengan Syekh Mahmud Al-Muhtazam, menjadi salah satu jejak material penting dalam sejarah keulamaan Barus. Sementara itu, Makam Mahligai memperlihatkan keberadaan sejumlah makam tokoh keagamaan dengan keragaman bentuk nisan dan inskripsi. Keberadaan aksara Arab menunjukkan berkembangnya budaya literasi Islam, sedangkan tradisi lisan berperan dalam mempertahankan memori keulamaan.