Hutan mangrove memiliki peran ekologis penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon sehingga berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi simpanan karbon pada hutan mangrove di Desa Molinese, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian adalah mengetahui besarnya potensi simpanan karbon yang tersimpan dalam vegetasi mangrove di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah non-destructive sampling dengan pengukuran diameter batang setinggi dada (DBH) pada tiga tingkat pertumbuhan (pohon, tiang, dan pancang) melalui 42 plot pengamatan yang ditempatkan secara sistematis sebanyak enam transek. Data hasil pengukuran kemudian dikonversi menggunakan persamaan alometrik spesifik untuk tiap jenis mangrove guna menghitung biomassa, yang selanjutnya diturunkan menjadi estimasi simpanan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove Desa Molinese memiliki total simpanan biomassa sebesar 18.748,42 ton atau rata-rata 109,90 ton/Ha dan simpanan karbon mencapai 8.624,27 ton atau sekitar 50,56 ton/Ha. Jenis dominan dengan simpanan karbon terbesar adalah Rhizophora apiculata, sedangkan jenis dengan kontribusi terkecil adalah Aegiceras corniculatum dan Xylocarpus granatum. Temuan ini menegaskan bahwa hutan mangrove di Desa Molinese berpotensi signifikan sebagai cadangan karbon pesisir, sekaligus menjadi dasar penting bagi upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan kawasan mangrove. Kata kunci: Alometrik, Biomassa, Mangrove, Simpanan Karbon