Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA ALAM AIR TERJUN LAHUNDAPE DI KAWASAN TAHURA NIPA-NIPA KOTA KENDARI Alamsyah Flamin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahura Nipa-Nipa Kota Kendari sebagai kawasan konservasi menyajikan beragam obyek daya wisata yang memiliki daya tarik wisata. Sebagai kawasan konservasi secara umum memiliki keanekaragaman flora dan fauna, fenomena alam yang indah, objek budaya dan sejarah serta kehidupan masyarakat lokal yang unik. Salah satu obyek wisata yang terdapat di Tahura Nipa-Nipa yang ramai dikunjungi wisatawan adalah Air Terjun Lahundape. Aspek penting dalam pengembangan wisata adalah aspek daya dukung lingkungan. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis kemampuan daya dukung lingkungan wisata melalui efective carrying capacity/ECC dalam mendukung pembangunan wisata alam Air Terjun Lahundape di Tahura Nipa-Nipa, Kota Kendari. Penelitian dilakukan di areal wisata alam Air Terjun Lahundape Tahura Nipa-Nipa Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian terdiri data sekunder (penelusuran dari dokumen) dan data primer yang diperoleh dilapangan. Data diperoleh dengan Teknik survey, observasi dan studi kepustakaan. Analisis daya dukung lingkungan wisata Air Terjun Lahundape, dengan menggunakan persamaan ECC=RCCxMC. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan daya dukung lingkungan wisata alam Air Terjun Lahundape adalah sebanyak 23 orang/hari/3 jam. Hal ini bermakna bahwa daya tampung wisatawan maksimal tanpa mengakibatkan kerusakan lingkungan sebanyak 23 orang per hari/3 jam, sehingga ketika melebihi daya tampung tersebut akan berdampak buruk terhadap lingkungan wisata. Dari daya tampung kapasitas lingkungan wisata, maka pengelolaan wisata dapat melakukan tindakan menutup sementara lokasi untuk menghindari over capacity. Dari jumlah tersebut daya tampung maksimal tersebut, pengembangan wisata alam Air Terjun Lahundapa sangat potensil dilakukan, sebab rata-rata kunjungan tiap hari sekitar 2 orang, lebih kecil (<) dari jumlah daya tampung maksimal yakni 23 orang/hari.
SIMPANAN KARBON PADA HUTAN MANGROVE DI DESA MOLINESE KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN Alamsyah Flamin; Abdul Sakti; Umar Ode Hasani; Andi Rachmat Asyura Hakim
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.220

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran ekologis penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon sehingga berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi simpanan karbon pada hutan mangrove di Desa Molinese, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian adalah mengetahui besarnya potensi simpanan karbon yang tersimpan dalam vegetasi mangrove di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah non-destructive sampling dengan pengukuran diameter batang setinggi dada (DBH) pada tiga tingkat pertumbuhan (pohon, tiang, dan pancang) melalui 42 plot pengamatan yang ditempatkan secara sistematis sebanyak enam transek. Data hasil pengukuran kemudian dikonversi menggunakan persamaan alometrik spesifik untuk tiap jenis mangrove guna menghitung biomassa, yang selanjutnya diturunkan menjadi estimasi simpanan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove Desa Molinese memiliki total simpanan biomassa sebesar 18.748,42 ton atau rata-rata 109,90 ton/Ha dan simpanan karbon mencapai 8.624,27 ton atau sekitar 50,56 ton/Ha. Jenis dominan dengan simpanan karbon terbesar adalah Rhizophora apiculata, sedangkan jenis dengan kontribusi terkecil adalah Aegiceras corniculatum dan Xylocarpus granatum. Temuan ini menegaskan bahwa hutan mangrove di Desa Molinese berpotensi signifikan sebagai cadangan karbon pesisir, sekaligus menjadi dasar penting bagi upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan kawasan mangrove. Kata kunci: Alometrik, Biomassa, Mangrove, Simpanan Karbon