Abstrak: Tumbuhan obat telah lama digunakan sebagai sumber pengobatan tradisional oleh berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Tumbuhan obat adalah kekayaan alam yang mengandung senyawa bioaktif yang membantu mengobati berbagai penyakit, dari yang ringan hingga yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Roraya Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan dan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Suku Tolaki dalam memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan ciri-ciri morfologi dan jenis tumbuhan yang dijumpai diloksi penelitian. Terdapat 26 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Desa Roraya yaitu kumis Kucing, Kunyit, jahe, temulawak, Sambiloto, kunyit putih, Akar Alang-alang, serei, Daun Salam, klorofil, jambu biji, Daun Sirih, jeruk nipis, ciplukan, Daun Pare, Pecah Beling, Daun Pepaya, Brotowali, Pinang, kersen, Daun Sirsak, mengkudu, Manggis, kayu jawa, pandan, kelapa dan Kepercayaan Masyarakat dalam pengobatan tradisional sangat kuat yang dilakukan oleh seorang Batra/dukun (mbu’ uwai), setiap kali melakukan pengobatan penyakit terdapat beberapa ritual pengobatan yaitu setiap tumbuhan obat yang dipetik selalu di ucapkan doa/mantra. Mantra yang biasa di ucapkan pada saat mengambil tumbuhan obat yaitu mengucapkan sholawat sesuai dengan jumlah tumbuhan yang dipetik, misalnya 7 lembar daun yang dipetik berarti 7 kali juga bersholawat setelah itu dibacakan dengan surah Al-Ikhlas. Selanjutnya pengobatan terhadap pasien yang menderita penyakit magis (pelanggaran tata cara hidup di alam) yaitu Bismillahirrahmanirrahim karna’allah tanawa barkati doa barkati inggoo’ nabi mohama tawaro allah tamamila tamudili inggoo’ pondian langabala’. Mantra ini dibacakan pada segelas air minum kemudian diberikan kepada pasien untuk diminum.