Mariana Zainun
Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMGEMBANGAN EKOWISATA PANTAI TANJUNG TABAKO DESA LAMPATA KECAMATAN RUMBIAH TENGAH KABUPATEN BOMBANA Mariana Zainun; Lies Indriyani; Arniawati Arniawati; Hafidah Nur; Dewi Fitriani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Research aims to determine the strategy for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach to maintain sustainability. Research using SWOT analysis is used to design steps for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach. Assessment of strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach is assessed from the results of observations at the research location, interviews and questionnaires. The results of the study indicate that the development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach uses: (1) Strengths-Opportunity (SO) strategy, namely, Involving local communities in development in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area, making Lampata Village a tourist village, conserving flora in the ecotourism area so that its sustainability is maintained and making it one of the mainstay ecotourism areas in the annual cultural festival. (2) Weakness-Opportunity (WO) strategy, namely, Repairing and adding facilities and infrastructure in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area and increasing human resource capacity. (3) Strengths-Threats (ST) Strategy, namely, the importance of local culture in including cultural elements in the school curriculum, preventing environmental pollution within and outside the area in environmentally friendly waste management. (4) Weakness-Threats (WT) Strategy, namely, Increasing cooperation between the Tourism Office, village government and the community in tourism object development activities from planning to management.
KEARIFAN LOKAL KEARIFAN LOKAL SUKU TOLAKI DALAM PEMANFAATAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT OLEH MASYARAKAT DESA RORAYA, KECAMATAN TINANGGEA, KABUPATEN KONAWE SELATAN : KEARIFAN LOKAL TUMBUHAN OBAT Mariana Zainun; Basruddin; Nur Arafah; La De Ahmaliun
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.215

Abstract

Abstrak: Tumbuhan obat telah lama digunakan sebagai sumber pengobatan tradisional oleh berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Tumbuhan obat adalah kekayaan alam yang mengandung senyawa bioaktif yang membantu mengobati berbagai penyakit, dari yang ringan hingga yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Roraya Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan dan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Suku Tolaki dalam memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan ciri-ciri morfologi dan jenis tumbuhan yang dijumpai diloksi penelitian. Terdapat 26 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Desa Roraya yaitu kumis Kucing, Kunyit, jahe, temulawak, Sambiloto, kunyit putih, Akar Alang-alang, serei, Daun Salam, klorofil, jambu biji, Daun Sirih, jeruk nipis, ciplukan, Daun Pare, Pecah Beling, Daun Pepaya, Brotowali, Pinang, kersen, Daun Sirsak, mengkudu, Manggis, kayu jawa, pandan, kelapa dan Kepercayaan Masyarakat dalam pengobatan tradisional sangat kuat yang dilakukan oleh seorang Batra/dukun (mbu’ uwai), setiap kali melakukan pengobatan penyakit terdapat beberapa ritual pengobatan yaitu setiap tumbuhan obat yang dipetik selalu di ucapkan doa/mantra. Mantra yang biasa di ucapkan pada saat mengambil tumbuhan obat yaitu mengucapkan sholawat sesuai dengan jumlah tumbuhan yang dipetik, misalnya 7 lembar daun yang dipetik berarti 7 kali juga bersholawat setelah itu dibacakan dengan surah Al-Ikhlas. Selanjutnya pengobatan terhadap pasien yang menderita penyakit magis (pelanggaran tata cara hidup di alam) yaitu Bismillahirrahmanirrahim karna’allah tanawa barkati doa barkati inggoo’ nabi mohama tawaro allah tamamila tamudili inggoo’ pondian langabala’. Mantra ini dibacakan pada segelas air minum kemudian diberikan kepada pasien untuk diminum.