Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-faktor Berhubungan Kepatuhan Pasien Kontrol Paska Bedah Katarak Wilayah Kerja BKMM Cikampek Auliansyah Syahrul; Alib Birwin; Izza Suraya; Nur Asiah; Rony Darmawansyah Alnur; Sri Wahyuni Handayani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.242

Abstract

Patuh adalah suka menuruti (perintah), taat (perintah, aturan), kepatuhan (taat) sebagai tingkat pasien melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang sesuai dengan yang disarankan oleh dokter atau petugas kesehatan.  adalah suatu sikap atau perilaku seseorang yang sesuai dengan aturan, perintah, atau norma yang telah ditetapkan. Kepatuhan memiliki aspek motivasi dan kemauan dalam kontrol suatu layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan pasien dalam kontrol paska bedah katarak di wilayah balai kesehatan mata masyarakat di Cikampek. Metode penelitian yang digunakan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistem sample jenuh. Populasi dalam penelitian pasien katarak di balai kesehatan mata masyarakat Cikampek sebanyak 38 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000). Sedangkan tidak ada hubungan antara jenus kelamin (p= 0,078), umur (p= 0,758), pendidikan (p=0.627), pekerjaan (p=0.351), jarak faskes (p=0.951). Berdasarkan hasil tersebut menujukan kesehatan perlu melibatkan keluarga dalam proses edukasi berupa konseling paska bedah katarak dan memberikan pemahaman tentang peran penting mereka dalam mendukung kepatuhan pasien.
GAMBARAN SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS B3 PADAT DI RUMAH SAKIT MARY CILEUNGSI Lela Nur Anggreni; Rony Darmawansyah Alnur
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 3 (2025): Vol. 1 No. 3 September 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i3.44

Abstract

Berbagai fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit menghasilkan limbah medis yang termasuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Meskipun ada peraturan yang mewajibkan pengelolaan limbah, implementasinya seringkali tidak memenuhi standar. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan praktik pengelolaan limbah medis B3 padat di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau pada tahun 2025, mulai dari pengurangan limbah hingga pengolahan akhir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, mengumpulkan data primer melalui observasi langsung dan wawancara mendalam, serta data sekunder dari dokumen rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit tidak melakukan pengurangan limbah secara formal, meskipun pemilahan, penyimpanan, dan pengangkutan eksternal umumnya sudah baik dengan beberapa ruang untuk perbaikan. Rata-rata timbulan limbah mencapai 76,61kg/hari, yang masih dalam batas rata-rata nasional. Pengolahan akhir limbah dilakukan oleh pihak ketiga.
Faktor Perilaku Yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Serpong I, Kota Tangerang Selatan: Behavioral Factors Associated with the Incidence of Hypertension at Serpong I Primary Health Care, South Tangerang City Muhammad Nurul Raditya; Rony Darmawansyah Alnur
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 5 No. 2 (2024): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v5i2.12081

Abstract

Background: Hypertension is frequently regarded as a significant health concern. This is corroborated by the annual increase in hypertension cases. Behavioral factors, including smoking, physical activity, consumption of salty foods, and consumption of fatty foods, have been identified as risk factors for hypertension. Objective: The objective of this study is to examine the behavioral factors associated with the incidence of hypertension at the Serpong I Primary Health Care in South Tangerang City in 2024. Methods: The study employed a quantitative research design with a cross-sectional study structure and an analytic approach, utilizing the Chi-square test was conducted to examine the relationship between the independent variables and the incidence of hypertension. The study was conducted over a period of six months, from February to August 2024. The population under investigation in this study consisted of all individuals who visited the Serpong I Primary Health Care in South Tangerang City. The sample size for this study was 101 individuals, selected using the purposive sampling technique. The data were subjected to univariate and bivariate analyses. Results: The frequency distribution demonstrated that a greater proportion of respondents did not smoke (74, 73.3%), engaged in sufficient physical activity (72, 71.3%), consumed excessive amounts of salty foods (53, 52.5%), and consumed fatty foods (53, 52.5%). The results of the Chi-square test indicate that the variable most strongly associated with the incidence of hypertension (Pvalue <0.05) is the consumption of salty foods (P-value <0.001). While variables that are not associated (Pvalue > 0.05) include smoking (Pvalue = 0.661), physical activity (Pvalue = 0.173), and consumption of fatty foods (Pvalue = 0.079). Conclusion: The findings indicate a correlation between excessive sodium consumption and the prevalence of hypertension at the Serpong I Primary Health Care in South Tangerang in 2024. It is recommended that respondents to reduce the consumption of foods with high sodium content. Keywords: Hypertension; Risk Factors; Behavior;Primary Health Care.