Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH RELIGIUSITAS, PENDAPATAN DAN PEMAHAMAN ZAKAT TERHADAP KEPATUHAN PEMBAYARAN ZAKAT PERDAGANGAN HASIL TAMBAK (Studi pada Petani Tambak Bandeng di Desa Watuagung, Kecamatan Bungh, Kabupaten Gresik) Siti Khurriyatur Rosmiyah; M. Nasyah Agus Saputra; M. Syamsir Alamsyah Harahap
Strategic: Journal of Management Sciences Vol. 5 No. 3 (2025): Strategic Journal of Management Science
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37403/strategic.v5i3.430

Abstract

Abstrak Objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas, pendapatan, dan pemahaman zakat terhadap kepatuhan pembayaran zakat perdagangan hasil tambak pada petani tambak bandeng di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Secara khusus, penelitian ini menguji pengaruh parsial masing-masing variabel serta pengaruh simultan ketiganya terhadap kepatuhan pembayaran zakat. Metode Riset. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik probability sampling, melibatkan 60 responden dari masyarakat petani tambak. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 22. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pembayaran zakat (t-hitung 4,740 > t-tabel 2,002; sig. 0,000 < 0,05), (2) pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pembayaran zakat (t-hitung 4,740 > 2,002; sig. 0,000 < 0,05), (3) pemahaman zakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pembayaran zakat (t-hitung 6,321 > 2,002; sig. 0,000 < 0,05), serta (4) religiusitas, pendapatan, dan pemahaman zakat secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pembayaran zakat (F-hitung 119,938 > 2,77; sig. 0,000 < 0,05). Kesimpulan. semakin tinggi tingkat religiusitas, pendapatan, dan pemahaman zakat, maka semakin besar pula kepatuhan masyarakat dalam menunaikan zakat perdagangan hasil tambak.
NPF Sebagai Variabel Moderasi Pada Pengaruh FDR Dan BOPO Terhadap Profitabilitas Unit Usaha Syariah Periode 2020-2025 Narissa Febrianty; Kurnia Cahya Lestari; M. Nasyah Agus Saputra
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 10 No 1 (2026): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/avf16s57

Abstract

Unit Usaha Syariah menjadi bagian dari Bank Umum Konvensional (BUK) yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah. Meskipun didukung oleh modal besar, jaringan luas, dan reputasi kuat dari induk perusahaannya, UUS menghadapi tantangan dalam hal pertumbuhan yang cenderung menurun Kondisi deselerasi ini menuntut optimalisasi kinerja keuangan yang maksimal. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh FDR dan BOPO terhadap Profitabilitas dengan NPF sebagai variabel moderasi pada Unit Usaha Syariah (UUS) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Ruang lingkup kajian mencakup 15 Unit Usaha Syariah selama periode 2020–2025 menggunakan data laporan keuangan triwulan. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 343 data observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Moderating Regression Analysis (MRA). Temuan studi mengungkapkan bahwa FDR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan hasil nilai signifikansi 0.000 < 0,05 dan nilai koefisien 1.685 yang menandakan bahwa semakin baik penyaluran dana kepada nasabah maka tingkat profitabilitas bank turut meningkat. Selain itu, BOPO juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan hasil nilai signifikansi 0.002 < 0.05 dan nilai koefisien 0.002 yang mencerminkan bahwa pertumbuhan pendapatan operasional berhasil mengimbangi kenaikan biaya selama periode yang diteliti. Selain itu, NPF terbukti tidak mampu memoderasi pengaruh FDR terhadap ROA dengan hasil nilai signifikasi 0.586 > 0,05 dan nilai koefesien -0.157. Sedangan NPF terbukti mampu memoderasi pengaruh BOPO terhadap ROA dengan hasil nilai signifikansi 0.000 < 0,05 dan nilai koefesien -0.002. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pembiayaan yang direpresentasikan oleh NPF merupakan faktor kunci yang menentukan arah dan kekuatan hubungan antara aktivitas intermediasi, efisiensi operasional, dan profitabilitas UUS.
Pengenalan Literasi Keuangan Digital Pada Generasi Z di SMK Assa’adah Bungah Gresik M. Nasyah Agus Saputra; KH. Muhammad Alauddin; Dwi Afrianti; Niswatun Hasanah; Fri Haendid Alfiyan; Martha Hermina Zaytun
Abdimas Indonesian Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1545

Abstract

The rapid development of financial technology has intensified the use of digital financial services among Generation Z. However, this trend is not fully accompanied by adequate financial management capabilities, resulting in a gap between technological access and financial literacy. This community service activity aims to enhance digital financial literacy among twelfth-grade students at SMK Assa’adah Bungah Gresik in order to foster rational, adaptive, and long-term financial behavior. The study employs an educational and participatory approach through the delivery of instructional materials, interactive discussions, and experience-sharing activities involving university students as facilitators of contextual learning. The findings indicate that although students demonstrate a high level of familiarity with digital financial services, their understanding remains largely limited to technical aspects and has not fully encompassed conceptual dimensions such as financial planning and the control of consumptive behavior. Post-activity evaluation reveals an improvement in students’ financial understanding and awareness. These results confirm that the educational and participatory approach is effective in bridging the gap between the use of financial technology and financial management capabilities. Overall, this activity contributes to strengthening the financial readiness of vocational high school students as part of Generation Z in facing the challenges of the digital economy and highlights the importance of developing sustainable, contextual, and experience-based digital financial literacy programs.
Meningkatkan Kesadaran Finansial Digital pada Generasi Z melalui Kegiatan Sosialisasi di SMK Sunan Drajat 3 Babak Bawo Dukun M. Nasyah Agus Saputra; Dwi Afrianti; Lailatul Fitriyah; Fatihatus Sahliyah; Narissa Febrianty; Nata Zahroh
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1546

Abstract

Continuous developments in digital technology have led to an increasing use of application-based financial services among Generation Z. However, this trend has not been fully accompanied by adequate financial management capabilities, resulting in a gap between technological access and financial literacy. This community service activity aims to enhance digital financial literacy among twelfth-grade students at SMK Sunan Drajat 3 Babak Bawo Dukun in order to foster rational, adaptive, and long-term financial behavior. The study employs an educative-participatory approach through the delivery of instructional materials, interactive discussions, quizzes, and experience sharing, involving university students as facilitators of contextual learning. The findings indicate that although students demonstrate a high level of familiarity with digital financial services, their understanding remains largely limited to technical aspects and has not fully encompassed conceptual dimensions such as financial planning, consumption control, and saving behavior. Post-activity evaluation reveals an improvement in students’ financial understanding and awareness. These results confirm that the educative-participatory approach is effective in bridging the gap between the use of financial technology and financial management capabilities. Overall, this activity contributes to strengthening the financial readiness of vocational high school students as part of Generation Z in facing the challenges of the digital economy and highlights the importance of developing sustainable, contextual, and experience based digital financial literacy programs.