Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Intensity, Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Ukuran Perusahaan terhadap agresivitas pajak pada perusahaan sektor transportasi dan pergudangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kontribusi penerimaan pajak sektor transportasi dan pergudangan meskipun sektor tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi selama periode pemulihan pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Agresivitas pajak diproksikan menggunakan Effective Tax Rate (ETR), sementara Capital Intensity, BOPO, dan Ukuran Perusahaan digunakan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Intensity, BOPO, dan Ukuran Perusahaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan sektor transportasi dan pergudangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan perusahaan dalam melakukan agresivitas pajak tidak dipengaruhi oleh besarnya investasi pada aset tetap, tingkat efisiensi operasional, maupun skala perusahaan. Dengan demikian, perilaku agresivitas pajak pada sektor tersebut diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti profitabilitas, leverage, mekanisme tata kelola perusahaan, maupun kebijakan perpajakan. This study aims to examine the effect of Capital Intensity, the Operating Expense to Operating Revenue Ratio (BOPO), and Firm Size on tax aggressiveness in transportation and warehousing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2024 period. The study is motivated by the relatively low tax revenue contribution of the transportation and warehousing sector despite its strong economic growth during the post-pandemic recovery period. This research employs a quantitative approach with a causal associative research design. The sample was selected using a purposive sampling technique, and the data consisted of secondary data obtained from the companies' annual financial statements. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. Tax aggressiveness was proxied by the Effective Tax Rate (ETR), while Capital Intensity, BOPO, and Firm Size served as the independent variables. The findings indicate that Capital Intensity, BOPO, and Firm Size have no partial effect on tax aggressiveness in transportation and warehousing companies. These results suggest that corporate tax aggressiveness is not influenced by the level of investment in fixed assets, operational efficiency, or company size. Therefore, tax aggressiveness in this sector is likely to be driven by other factors beyond the research model, such as profitability, leverage, corporate governance mechanisms, and tax policies.