Iyep Dede Supriyatna
Universitas 'Aisyiyah Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Fenomenologi tentang Dukungan Pemerintah Desa dalam Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis Hendra Gunawan; Ami Kamila; Yayat Hidayat; Iyep Dede Supriyatna; Dadang Purnama
Faletehan Health Journal Vol 13 No 01 (2026): Faletehan Health Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v13i01.889

Abstract

The support of the village government is still not optimal in the control of tuberculosis in Bandung Regency. The purpose of this study was to analyze the village government's support for tuberculosis disease management in Bandung Regency. The research method used was qualitative with a phenomenological approach. Participants consisted of five village officials: the village head, village secretary, head of the social welfare section, and the head of the Family Welfare Empowerment driving team. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis, which included familiarizing with the data, grouping information, identifying themes, reviewing and verifying themes, defining and naming themes, and preparing the report. The results identified four main themes of village government support: integration of tuberculosis management activities in the village development plan within the village government work plan; legal support for cadres through official decree documents; financial support through the village revenue and expenditure budget; and facility support, such as the provision of village operational vehicles. Local governments should make policies that specifically regulate tuberculosis management, including support for community health cadres and the patients in village areas.
Efektivitas Kombinasi Blanket Warmer dan Terapi Cairan Infus Hangat terhadap Penurunan Derajat Shivering Pasca Anestesi Spinal Iyep Dede Supriyatna; Angga Wilandika; Muhammad Agus Daniawan
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.805

Abstract

Shivering pasca anestesi spinal dapat meningkatkan kebutuhan metabolik, konsumsi oksigen, ketidaknyamanan, dan risiko keterlambatan pemulihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi blanket warmer dan terapi cairan infus hangat terhadap penurunan derajat shivering pada pasien pasca anestesi spinal.Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest pada 35 pasien di ruang pemulihan RSUD Cicalengka. Sampel direkrut shivering menggunakan teknik sampling konsekutif hingga jumlah sampel terpenuhi. Blanket warmer dan cairan infus hangat diberikan secara bersamaan selama 45 menit. Derajat dinilai menggunakan skala Crossley dan Mahajan pada sebelum intervensi serta menit ke-15, ke-30, dan ke-45; suhu tubuh diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan Friedman. Sebelum intervensi, derajat shivering terbanyak adalah derajat 3 (54,3%) dan derajat 4 (31,4%). Pada menit ke-30, 80,0% pasien mencapai derajat 0, dan pada menit ke-45 seluruh pasien (100%) tidak mengalami shivering. Suhu tubuh meningkat dari 35,27 ± 0,24°C menjadi 36,07 ± 0,23°C (p<0,001). Uji Friedman menunjukkan perubahan derajat shivering yang bermakna antarwaktu pengukuran (χ²=100,361; df=3; p<0,001). Kombinasi blanket warmer dan terapi cairan infus hangat diikuti penurunan progresif derajat shivering dan peningkatan suhu tubuh pada pasien pasca anestesi spinal. Temuan perlu dikonfirmasi melalui penelitian dengan kelompok kontrol dan pengendalian faktor perancu