Pada masa PAUD anak dibimbing untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang mendukung anak tersebut dalam menjalani jenjang selanjutnya. Transisi PAUD-SD adalah proses perpindahan kegiatan belajar dan pemerolehan pengalaman oleh anak didik dari PAUD atau TK menjadi peserta didik SD, dengan proses pembelajaran dan adaptasi pada situasi serta keadaan yang baru. Sekolah harus menganggap bahwa anak yang masuk ke sekolah dasar memiliki kesiapan dan kemampuan dasar yang sama sehingga tujuan pembelajaran pada kelas awal dapat disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru TK dan SD terhadap pelaksanaan transisi PAUD-SD. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penetian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di RA Iththihadul Wathoniyah dan PAUD Kurnia serta SD Negeri 200117/26 Padangsidimpuan tentang bagaimana pemahaman guru TK dan SD tentang pelaksanaan transisi PAUD-SD ditemukan bahwa pemahaman tentang transisi PAUD ke SD oleh guru TK dan SD sudah baik. Penelitian yang dilakukan di RA Iththihadul Wathoniyah dan PAUD Kurnia mengungkapkan bahwa kesiapan anak usia dini untuk memasuki Sekolah Dasar (SD) dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang bersifat kognitif, sosial-emosional, maupun fisik. Guru sepakat bahwa anak-anak yang memiliki keterampilan sosial yang baik, seperti mampu berbagi, bergiliran, atau bekerja sama dengan teman-temannya, cenderung lebih siap memasuki SD. Berdasarkan hasil analisis data angket persepsi Guru SD terhadap pelaksanaan pembelajaran adalah sebesar 80% yang artinya jika diinterperstasikan ke dalam intersperstasi skor termasuk ke dalam kategori sangat baik.