Mirna Wanti Ritonga
STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Guru TK dan SD Terhadap Pelaksanaan Transisi PAUD-SD di RA Iththihadul Wathoniyah dan PAUD Kurnia-SD Negeri 200117/26 di Padangsidimpuan Yeni Elviza Febrianti; Novita Sari; Mirna Wanti Ritonga; Uswatul Hasni
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2805

Abstract

Pada masa PAUD anak dibimbing untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang mendukung anak tersebut dalam menjalani jenjang selanjutnya. Transisi PAUD-SD adalah proses perpindahan kegiatan belajar dan pemerolehan pengalaman oleh anak didik dari PAUD atau TK menjadi peserta didik SD, dengan proses pembelajaran dan adaptasi pada situasi serta keadaan yang baru. Sekolah harus menganggap bahwa anak yang masuk ke sekolah dasar memiliki kesiapan dan kemampuan dasar yang sama sehingga tujuan pembelajaran pada kelas awal dapat disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru TK dan SD terhadap pelaksanaan transisi PAUD-SD. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penetian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di RA Iththihadul Wathoniyah dan PAUD Kurnia serta SD Negeri 200117/26 Padangsidimpuan tentang bagaimana pemahaman guru TK dan SD tentang pelaksanaan transisi PAUD-SD ditemukan bahwa pemahaman tentang transisi PAUD ke SD oleh guru TK dan SD sudah baik. Penelitian yang dilakukan di RA Iththihadul Wathoniyah dan PAUD Kurnia mengungkapkan bahwa kesiapan anak usia dini untuk memasuki Sekolah Dasar (SD) dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang bersifat kognitif, sosial-emosional, maupun fisik. Guru sepakat bahwa anak-anak yang memiliki keterampilan sosial yang baik, seperti mampu berbagi, bergiliran, atau bekerja sama dengan teman-temannya, cenderung lebih siap memasuki SD. Berdasarkan hasil analisis data angket persepsi Guru SD terhadap pelaksanaan pembelajaran adalah sebesar 80% yang artinya jika diinterperstasikan ke dalam intersperstasi skor termasuk ke dalam kategori sangat baik.
Pelatihan Pengelolaan Kelas yang Ramah Anak untuk Guru SD dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif di SDN 200120 Losung Batu Nurzakiah Simangunsong; Mirna Wanti Ritonga; Rikha Tania; Jumaita Nopriani Lubis
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD dalam menerapkan manajemen kelas yang ramah anak guna menciptakan lingkungan belajar yang positif. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif, mencakup teori dan praktik strategi manajemen kelas efektif seperti penataan ruang kelas yang kondusif, penetapan aturan yang jelas, dan teknik pengelolaan perilaku siswa yang suportif. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya pendekatan individual, membangun hubungan emosional yang kuat, serta mengintegrasikan nilai-nilai Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam proses pembelajaran sehari-hari. Hasil pelatihan diharapkan mampu membekali guru dengan keterampilan untuk membangun suasana kelas yang aman, nyaman, bebas diskriminasi, dan mendorong perkembangan holistik siswa, serta meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik mereka.