Wahyu Haspri Nur Taryanti
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementing Sustainable Gamification Strategies in Elementary Schools: A Case Study of Digital Transformation and Student Engagement Iim Fatimah; Indah Susi Irianti; Wahyu Haspri Nur Taryanti; Budi Murtiyasa; Masduki Masduki
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3268

Abstract

Digital transformation in elementary education necessitates innovative pedagogical approaches that align with digital-native learners' characteristics, yet traditional instructional models persist despite demonstrating limited effectiveness in fostering student motivation and engagement. This study examined gamification implementation in elementary learning contexts to: (1) analyze implementation patterns, (2) evaluate effectiveness in improving learning outcomes, and (3) formulate adaptive sustainability strategies. Employing a qualitative case study design, data were collected from Muhammadiyah Plus Elementary School, Semarang, through semi-structured interviews with eleven participants (principal, six teachers, four students), systematic classroom observations across twelve sessions, and comprehensive document analysis. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model with triangulation validation. Gamification integration significantly enhanced student engagement (87% active participation versus 52% in non-gamified contexts) and academic achievement, with particularly pronounced gains among lower-achieving students (+13.2%). Analysis revealed that point systems, badges, challenges, and immediate feedback satisfied psychological needs of competence, autonomy, and relatedness as theorized in Self-Determination Theory. Unexpectedly, competitive leaderboards fostered collaborative peer tutoring rather than individualistic behaviors. Sustainability mechanisms included ongoing professional development, adaptive implementation flexibility, Learning Management System integration, and continuous evaluation. Gamification constitutes an effective elementary education innovation when embedded within supportive institutional ecosystems, addressing pedagogical dissonance between traditional methods and digital-native learner characteristics while requiring comprehensive teacher preparation and context-responsive adaptation.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DALAM PENINGKATAN SARANA PRASARANA DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH PLUS SEMARANG Indah Susi Irianti; Wahyu Haspri Nur Taryanti; Iim Fatimah; Harsono Harsono; Suyatmini Suyatmini
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis perencanaan penggunaan dana BOS untuk peningkatan sarana dan prasarana, (2) mengevaluasi implementasi dana BOS untuk peningkatan sarana dan prasarana, dan (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pengelolaan dana BOS di SD Muhammadiyah Plus Semarang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, bendahara BOS, guru, dan staf administrasi, serta analisis dokumen laporan keuangan dan inventarisasi sarana prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS di SD Muhammadiyah Plus Semarang sangat efektif, didukung oleh proses perencanaan yang komprehensif dan partisipatif, melibatkan identifikasi kebutuhan mendesak, penyusunan prioritas berdasarkan urgensi pembelajaran, serta alokasi anggaran yang transparan dan akuntabel. Implementasi dana BOS mencakup pembelian peralatan penunjang, perbaikan infrastruktur, dan pengadaan media edukasi inovatif, yang berhasil dilaksanakan melalui strategi manajemen terencana, pemanfaatan teknologi digital, serta pemantauan dan evaluasi rutin. Efektivitas ini dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, partisipasi aktif komite sekolah dan masyarakat, transparansi pelaporan keuangan, komunikasi efektif, sistem penjaminan mutu internal, kesesuaian perencanaan dengan kebutuhan sekolah, adaptasi terhadap kebijakan, literasi manajemen, dan pengembangan profesional berkelanjutan tenaga kependidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SD Muhammadiyah Plus Semarang telah berhasil memanfaatkan dana BOS secara optimal untuk meningkatkan sarana dan prasarana, sehingga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Model pengelolaan yang diterapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain.