Silo baja pada fasilitas industri beroperasi dalam lingkungan agresif serta menerima beban siklik jangka panjang yang dapat memicu degradasi sifat mekanik material. Oleh karena itu, evaluasi kondisi struktur eksisting diperlukan untuk menjamin keselamatan operasional tanpa mengganggu fungsi layanan melalui pengujian destruktif. Penelitian ini menyajikan studi kasus penilaian kekuatan baja pada silo berkapasitas 500T, 3500T, dan 5000T di sebuah pabrik di wilayah Tangerang menggunakan metode uji non-destruktif berbasis kekerasan. Pengujian dilakukan dengan alat uji kekerasan portabel pada beberapa ring ketinggian. Nilai kekerasan Leeb (HL) yang diperoleh dikonversi menjadi estimasi kuat tarik ultimit (fu) dan kuat leleh (fy). Hasil konversi kemudian dibandingkan dengan nilai rujukan baja struktural untuk menentukan tingkat reduksi kekuatan material yang diasosiasikan dengan korosi dan pengaruh operasional. Evaluasi menunjukkan bahwa secara umum kekuatan material masih berada dalam kisaran yang mendekati standar. Namun, tren penurunan kapasitas teridentifikasi cukup konsisten pada ring bagian bawah hingga menengah. Rata-rata reduksi terbesar terjadi pada silo 3500T yaitu sekitar 11%, diikuti silo 500T sebesar 7%, sedangkan silo 5000T menunjukkan penurunan paling kecil sekitar 5%. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan variasi desain, mutu material awal, serta kondisi paparan lingkungan. Hasil penelitian menegaskan bahwa metode kekerasan non-destruktif efektif sebagai alat skrining awal dalam mengevaluasi kelayakan struktur silo baja yang masih beroperasi.