Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Disorder dan Kelelahan Kerja pada Petani Padi di Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara Agnesia Ester Wawo; Marnex W. Berhimpong; Prycilia P. Mamuaja
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Petani padi memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat kerja, terutama keluhan muskuloskeletal disorder (MSDs) dan kelelahan kerja. Aktivitas pertanian yang dilakukan secara berulang, postur kerja yang tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang dapat memicu kedua masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keluhan MSDs dan kelelahan kerja pada petani padi di Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani padi aktif di Kelurahan Kayawu yang berjumlah 145 orang. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 60 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur MSDs dan Fatigue Severity Scale (FSS) untuk mengukur kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil: Mayoritas responden berada pada rentang usia 41-51 tahun (54,1%) dan berjenis kelamin perempuan (56,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani padi mengalami keluhan MSDs dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 51 responden (85%). Sisanya mengalami keluhan berat (10%) dan keluhan ringan (5%). Untuk variabel kelelahan kerja, mayoritas responden mengalami kelelahan kerja sedang, yaitu 37 responden (61,7%), sementara 23 responden (38,3%) mengalami kelelahan kerja berat. Kesimpulan: Keluhan muskuloskeletal disorder dan kelelahan kerja merupakan permasalahan kesehatan yang umum terjadi pada petani padi di Kelurahan Kayawu. Keduanya didominasi oleh tingkat keluhan sedang. Faktor usia dan jenis kelamin diduga turut mempengaruhi kejadian ini, di mana petani yang lebih tua dan berjenis kelamin perempuan menunjukkan kecenderungan lebih tinggi mengalami keluhan.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Dalam Pencegahan Bahaya Listrik Di Lingkungan Kerja Di PT.PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa: Jemita Dodo Bumbungan; Prycilia P. Mamuaja; Merdekawati E. Weken
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.863

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya bahaya listrik di lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi, termasuk pada sektor ketenagalistrikan. PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa merupakan unit kerja yang memiliki potensi bahaya listrik sehingga memerlukan penerapan SMK3 yang efektif untuk melindungi pekerja dan mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam pencegahan bahaya listrik di lingkungan kerja PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh orang yang terdiri dari Manager, Pejabat K3L, Junior Official K3L, Teknisi Umum, Teknisi SCADA, Security, dan Cleaning Service yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa telah dilaksanakan melalui kebijakan dan komitmen manajemen yang kuat, perencanaan K3 yang meliputi identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, pelaksanaan K3 melalui penggunaan alat pelindung diri dan pelatihan keselamatan kerja, pemantauan dan evaluasi secara berkala, serta peninjauan dan peningkatan kinerja K3 secara berkelanjutan. Implementasi SOP K3 kelistrikan dilakukan melalui penerapan HIRARC, safety briefing, working permit, penggunaan APD, serta pengawasan pekerjaan. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan media promosi K3 dan penguatan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa telah berjalan dan berperan penting dalam pencegahan bahaya listrik di lingkungan kerja.