Zidny Hikmatiar
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Koping Religius untuk Mengatasi Kecemasan Remaja Zidny Hikmatiar; Munawar Rahmat; Rindu Fajar Islamy
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 6 No. 1: January - June 2026
Publisher : Institut Nurul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jeis.v6i1.251

Abstract

Eskalasi persentase gangguan kecemasan remaja menuntut institusi pendidikan untuk segera mengoptimalkan mata pelajaran bermuatan karakter sebagai instrumen mitigasi yang melekat pada rutinitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gagasan konstruktif terkait transformasi materi Pendidikan Agama Islam agar memiliki daya internalisasi nilai spiritual yang fungsional dalam mengelola kecemasan peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang terdiri dari akademisi ahli dan guru praktisi di tingkat sekolah menengah atas. Pengolahan data dilakukan secara manual menggunakan pendekatan hibrida yang mengintegrasikan analisis tematik dan metode komparasi konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja saat ini menghadapi stresor ekologis yang berlapis, mulai dari beban ekspektasi keluarga hingga disrupsi media sosial. Menghadapi kondisi tersebut, nilai-nilai spiritual seperti tawakal, sabar, dan ikhlas terbukti beroperasi secara efektif sebagai penilaian koping sekunder yang mampu mereduksi ketegangan psikologis. Efektivitas ini sangat bertolak belakang dengan pendekatan pedagogi usang yang berbasis pada dogma ancaman hukuman. Keberhasilan fungsionalisasi nilai sangat bergantung pada inovasi pendidik yang mengedepankan asesmen kebutuhan emosional awal, dialog personal dari hati ke hati, serta modifikasi metode pembelajaran yang berpusat pada pengalaman siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa materi agama memiliki kapasitas transformatif sebagai sarana terapeutik jika didukung oleh pedagogi adaptif. Implikasi utama dari studi ini merekomendasikan perlunya transformasi kurikulum mikro dan penciptaan ekosistem kolaborasi yang terstruktur antara guru mata pelajaran dengan konselor sekolah guna membangun ketahanan mental remaja secara berkelanjutan
Quran-Based Inquiry Learning: An Analysis of the Pedagogical Values of QS. Al-An'am 75-79 and QS. Al-Ghasiyah 17-21 for Enhancing Students' Rational Faith Zidny Hikmatiar; Cucu Surahman; Elan Sumarna; Muhammad Aldam Shaka Pradipta; Hadiana Nasrullah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v20i1.4008

Abstract

Although the Qur'an emphasizes rational contemplation in developing faith (aqidah), modern Islamic education often relies on dogmatic approaches that neglect active cognitive engagement. To address this gap, this study formulates a Qur'an-based inquiry learning model conceptually grounded in QS. Al-An'am (75–79) and QS. Al-Ghasyiyah (17–21). Applying qualitative thematic analysis to representative classical and modern Qur'an exegeses, this research extracts Islamic pedagogical (tarbawy) values through source triangulation. The findings identify four core pedagogical components: (1) positioning the learner as an active cognitive agent, (2) redefining the educator as an inquiry facilitator, (3) contextualizing learning objects within immediate reality, and (4) designing scaffolded reflection processes. These components are epistemologically anchored in the Qur'anic concepts of ro'a (existential awareness) and nazhara (intense empirical observation). Unlike secular Western inquiry models, this synthesized Qur'an-based framework integrates systematic empirical observation with transcendental realization, successfully facilitating a cognitive transition from inherited imitation (taqlid) to conscious belief. These insights offer concrete implications for curriculum design and teacher training, presenting a novel pedagogical framework that harmonizes critical reasoning with spiritual growth in the modern era.