Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Media Tiang Barisan untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik di Ujung Timur Kota Sumenep: Indonesia Kurratul Aini; Abdul Wahab; Malikatul Balqis; Aris Dwisaputra
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7940

Abstract

Pemahaman peserta didik terhadap materi barisan masih rendah karena pembelajaran bersifat abstrak dan kurang melibatkan media konkret. Media Tiang Barisan digunakan sebagai alternatif untuk membantu mengonkretkan konsep barisan sehingga lebih mudah dipahami. Media ini merupakan adaptasi media konkret manipulatif dengan kebaruan pada desain dan implementasinya yang difokuskan pada materi barisan sesuai konteks pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui implementasi Media Tiang Barisan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Media Tiang Barisan dalam pembelajaran matematika serta dampaknya terhadap keaktifan, interaksi, dan pemahaman konseptual peserta didik pada materi barisan aritmatika dan geometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui desain studi kasus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA Nurul Jadid Kabupaten Sumenep, dengan guru matematika dan kepala sekolah sebagai informan kunci. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, pengelompokan, penafsiran, serta verifikasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika sebelum implementasi media masih didominasi metode ceramah, menyebabkan rendahnya minat, motivasi, dan pemahaman konseptual peserta didik, khususnya pada materi barisan. Penerapan Media Tiang Barisan yang bersifat visual, manipulatif, dan kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperkuat interaksi pembelajaran, serta membantu mengonkretkan konsep abstrak barisan. Peserta didik tidak hanya menghafal rumus, tetapi memahami pola bilangan, beda, rasio, dan penentuan suku ke-n secara lebih sistematis. Dengan demikian, Media Tiang Barisan dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual pada materi barisan jenjang Sekolah Menengah Atas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Peningkatan Pemahaman Belajar Matematika Peserta Didik melalui Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe STAD Abdul Wahab; Kurratul Aini; Nur Azizah; Maulidatun Nabilah; Arifatul Aini
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.7941

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman matematika peserta didik, sehingga diperlukan model pembelajaran yang efektif. Model kooperatif tipe STAD diharapkan dapat meningkatkan pemahaman melalui kerja sama dan interaksi aktif. Pembelajaran matematika penting untuk mengembangkan berpikir kritis, namun masih didominasi metode konvensional sehingga pemahaman peserta didik rendah. Oleh karena itu, model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) diterapkan untuk mendorong keaktifan, kolaborasi, dan meningkatkan pemahaman belajar matematika. Penelitian ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman matematika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Islam Ar-Raudhah. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik pada setiap siklus. Rata-rata skor pada tahap pra-siklus sebesar 0,5, meningkat menjadi 1,6875 pada siklus I, dan kembali naik menjadi 2,3125 pada siklus II. Persentase peningkatan pemahaman dari pra-siklus ke siklus I mencapai 31,25%, dari siklus I ke siklus II sebesar 21,08%, sedangkan peningkatan secara keseluruhan dari pra-siklus hingga siklus II sebesar 52,08%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika peserta didik sekaligus menumbuhkan keaktifan dan kerja sama selama proses pembelajaran.