Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tele-Edukasi Masa Nifas Berbasis WhatsApp terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Perawatan Diri Ibu dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi: Kesehatan Reproduksi Pada Masa Nifas Junawalia Mayang Sari; Umi Solekah; Mariyam; M Iman Tarmizi Thaher
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.430

Abstract

The postpartum period is an integral part of the female reproductive health cycle, characterized by the recovery of reproductive organs and physical, psychological, and social adaptation following childbirth. Failure to recognize postpartum danger signs and to practice appropriate self-care contributes to an increased risk of maternal morbidity and mortality. Limited access to postnatal health services necessitates sustainable and easily accessible alternative educational approaches. The utilization of communication technology through the WhatsApp application offers a strategic opportunity to deliver individualized and continuous reproductive health education. This study aimed to analyze the effect of WhatsApp-based postpartum tele-education on improving mothers’ knowledge and attitudes toward self-care from a reproductive health perspective. This study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 30 postpartum mothers who met the inclusion criteria. The intervention was delivered over seven consecutive days using structured educational materials covering postpartum self-care, reproductive danger signs, nutrition, postpartum mental health, and prevention of postpartum complications. Data analysis was conducted using the Shapiro–Wilk test and paired t-test. The results showed a significant increase in postpartum mothers’ knowledge (p < 0.001) and attitudes (p < 0.001) after the intervention. The proportion of mothers with good knowledge increased from 0% to 83.3%, while positive attitudes toward self-care increased from 0% to 96.7%. These findings indicate that WhatsApp-based tele-education is effective in promoting reproductive health. WhatsApp-based postpartum tele-education effectively improves mothers’ knowledge and attitudes toward self-care and serves as a reproductive health promotion strategy to support safe and sustainable postpartum recovery.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN INAYATULLAH Umi Solekah; Junawalia Mayang Sari; Mariyam
JURNAL TAMPIASIH Vol. 4 No. 2 (2026): Tampiasih Juli
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja menjadi hal yang penting seiring dimulainya menstruasi pada masa pubertas, yang menuntut kemampuan menjaga kebersihan diri secara tepat agar terhindar dari gangguan pada organ reproduksi. Minimnya perhatian terhadap kebersihan diri saat menstruasi berpotensi memicu infeksi saluran reproduksi, khususnya pada remaja yang tinggal di lingkungan berasrama dengan ruang gerak dan fasilitas yang terbatas, seperti pondok pesantren. Studi ini disusun untuk menelaah keterkaitan antara tingkat pengetahuan dan praktik kebersihan diri saat menstruasi pada santriwati di Pondok Pesantren Inayatullah. Rancangan penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Seluruh santriwati yang telah mengalami menstruasi (84 orang) menjadi populasi penelitian, dan setelah menyesuaikan dengan kesediaan responden diperoleh 78 orang sebagai sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas, dengan data dianalisis melalui pendekatan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proporsi terbesar responden (48,7%) berada pada kategori pengetahuan kurang, sementara sebagian besar responden (67,9%) telah menikmati menstruasi dengan baik. Pengujian statistik Chi-Square menampilkan keterkaitan yang bermakna antara kedua variabel tersebut (p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan juga menentukan bagaimana remaja putri menanamkan kebersihan pribadi saat menstruasi. Pihak pengelola pesantren disarankan untuk secara berkala mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi guna memperbaiki pemahaman dan melakukan praktik kebersihan santriwati selama masa menstruasi. Kata kunci: Pengetahuan; perilaku; kebersihan pribadi; menstruasi; putri remaja