Surtikanti Surtikanti
ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Multivariate Analysis Of Infertility Risk Factors In Fertile Age Couples Syahridayanti Syahridayanti; Surtikanti Surtikanti; Marwan Ahmad Ganoko; Rezqiqah Aulia Rahmat
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1153

Abstract

Infertility is a reproductive health problem that impacts the biological, psychological, and social aspects of couples of childbearing age (PUS). Various factors such as age, body mass index (BMI), history of infection, hormonal disorders, and lifestyle are suspected to play a role in the occurrence of infertility. This study aims to analyze the risk factors for infertility in couples of childbearing age using a multivariate approach. The study used a case-control design with a sample of 120 respondents (60 infertility cases and 60 fertile controls). Data were collected through structured interviews and medical record reviews. Analysis was performed using multiple logistic regression to determine the dominant risk factors. The results showed that the wife's age ≥35 years (OR=3.8; p=0.002), a history of reproductive tract infections (OR=4.5; p=0.001), an abnormal BMI (OR=2.9; p=0.010), and the husband's smoking habit (OR=3.2; p=0.005) were significant risk factors for infertility. The dominant factor was a history of reproductive tract infections. It is concluded that infertility is multifactorial and requires a comprehensive approach in its prevention and treatment.
Determinan Perilaku Seksual Sehat Dan Bertanggung Jawab Pada Remaja Dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi: Determinants of Healthy and Responsible Sexual Behavior in Adolescents from a Reproductive Health Perspective Surtikanti Surtikanti; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1710

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan, lemahnya komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta paparan media digital dapat memengaruhi perilaku seksual remaja. Perilaku seksual yang tidak sehat berisiko meningkatkan kejadian infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak direncanakan, serta berbagai dampak psikososial. Tujuan: Menganalisis determinan perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja dalam perspektif kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 200 remaja dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap, komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, paparan media sosial, akses informasi kesehatan, dan pendidikan orang tua. Variabel dependen adalah perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,001), sikap (p = 0,003), komunikasi dengan orang tua (p = 0,002), pengaruh teman sebaya (p = 0,015), dan akses informasi kesehatan (p = 0,009) berhubungan signifikan dengan perilaku seksual sehat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku seksual sehat (OR = 4,52; 95% CI = 2,11–9,68; p = 0,001). Kesimpulan: Pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan determinan utama perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja. Upaya peningkatan literasi kesehatan reproduksi melalui sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan perlu diperkuat untuk membentuk perilaku seksual yang sehat.