Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan, lemahnya komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta paparan media digital dapat memengaruhi perilaku seksual remaja. Perilaku seksual yang tidak sehat berisiko meningkatkan kejadian infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak direncanakan, serta berbagai dampak psikososial. Tujuan: Menganalisis determinan perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja dalam perspektif kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 200 remaja dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap, komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, paparan media sosial, akses informasi kesehatan, dan pendidikan orang tua. Variabel dependen adalah perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,001), sikap (p = 0,003), komunikasi dengan orang tua (p = 0,002), pengaruh teman sebaya (p = 0,015), dan akses informasi kesehatan (p = 0,009) berhubungan signifikan dengan perilaku seksual sehat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku seksual sehat (OR = 4,52; 95% CI = 2,11–9,68; p = 0,001). Kesimpulan: Pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan determinan utama perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja. Upaya peningkatan literasi kesehatan reproduksi melalui sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan perlu diperkuat untuk membentuk perilaku seksual yang sehat.
Copyrights © 2026