Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN PRINSIP BIOETIKA DALAM KESEJAHTERAAN HEWAN (ANIMAL WELFARE) BERDASARKAN FIVE FREEDOMS PADA SATWA DI PUSAT PENYELAMATAN SATWA TAMAN WISATA ALAM SIBOLANGIT Nabila Syahfitri; Nazwa Syafitri; Muhammad Yusuf; Khairiza Lubis; Widya Arwita
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/8hq46e10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip bioetika dalam kesejahteraan hewan (animal welfare) berdasarkan konsep Five Freedoms pada satwa di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Taman Wisata Alam Sibolangit. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi langsung dan dokumentasi. Penilaian dilakukan terhadap beberapa indikator, yaitu ketersediaan pakan, kebersihan kandang, kondisi kesehatan satwa, ukuran kandang, dan pengamatan perilaku satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan satwa di PPS TWA Sibolangit telah memenuhi sebagian besar prinsip Five Freedoms, meliputi bebas dari lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari penyakit, bebas mengekspresikan perilaku alami, serta bebas dari stres. Nilai kesejahteraan satwa diperoleh sebesar 92% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Secara bioetika, pengelolaan satwa telah mencerminkan prinsip beneficence dan non-maleficence. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek ukuran kandang, pengayaan lingkungan, dan frekuensi pemberian pakan agar kesejahteraan satwa dapat lebih optimal.
PERHITUNGAN KAJIAN KOMPUTASI INTERAKSI ANTARA POLISTIRENA (PS) DENGAN POLIKAPROLAKTON (PCL) Nur Anisa Anggita; Muhammad Yusuf; Floren Miani Sihotang; Dilla Rama Dina; Andhika Febrian Pulungan; Meygrees Swimayu Panggabean; Giovani Mei Anggasta Telaumbanua
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13191

Abstract

Studi ini mengeksplorasi interaksi molekuler antara polistirena (PS) dan polikaprolakton (PCL) menggunakan pendekatan komputasional berdasarkan metode Complete Neglect of Differential Overlap (CNDO). Optimasi struktural dan perhitungan kimia kuantum dilakukan untuk mengevaluasi jarak antaratom, muatan atom parsial, dan energi interaksi. Hasil simulasi menunjukkan adanya ikatan hidrogen antara atom hidrogen dari PS dan atom oksigen dari PCL, dengan jarak ikatan yang diukur sebesar 2,8 Å dan 2,2 Å. Ikatan ini disertai dengan perbedaan muatan yang signifikan, menunjukkan interaksi non-kovalen yang kuat. Energi interaksi total yang diperoleh adalah –16084 kkal/mol, menunjukkan bahwa kompleks PS–PCL stabil secara termodinamis. Hasil ini menunjukkan kompatibilitas PS dan PCL sebagai sistem poliblend dan memberikan bukti komputasional untuk potensi mereka dalam pengembangan material berbasis polimer yang ramah lingkungan.
PERHITUNGAN KAJIAN KOMPUTASI INTERAKSI ANTARA POLISTIRENA (PS) DENGAN POLIKAPROLAKTON (PCL) Nur Anisa Anggita; Muhammad Yusuf; Floren Miani Sihotang; Dilla Rama Dina; Andhika Febrian Pulungan; Meygrees Swimayu Panggabean; Giovani Mei Anggasta Telaumbanua
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13191

Abstract

Studi ini mengeksplorasi interaksi molekuler antara polistirena (PS) dan polikaprolakton (PCL) menggunakan pendekatan komputasional berdasarkan metode Complete Neglect of Differential Overlap (CNDO). Optimasi struktural dan perhitungan kimia kuantum dilakukan untuk mengevaluasi jarak antaratom, muatan atom parsial, dan energi interaksi. Hasil simulasi menunjukkan adanya ikatan hidrogen antara atom hidrogen dari PS dan atom oksigen dari PCL, dengan jarak ikatan yang diukur sebesar 2,8 Å dan 2,2 Å. Ikatan ini disertai dengan perbedaan muatan yang signifikan, menunjukkan interaksi non-kovalen yang kuat. Energi interaksi total yang diperoleh adalah –16084 kkal/mol, menunjukkan bahwa kompleks PS–PCL stabil secara termodinamis. Hasil ini menunjukkan kompatibilitas PS dan PCL sebagai sistem poliblend dan memberikan bukti komputasional untuk potensi mereka dalam pengembangan material berbasis polimer yang ramah lingkungan.
MORPHOLOGICAL AND THERMAL PROPERTIES STUDY OF PCL BIOCOMPOSITES WITH NANOCELLULOSE FILLER FROM RICE HUSK USING PCLacac COMPATIBILIZER AS  MATERIAL CANDIDATE FOR BONE SCAFFOLDS Muhammad Yusuf; Yossie Juliastri Napitupulu; Eddiyanto Eddiyanto; Innayah Wulandari; Winsyahputra Ritonga
EINSTEIN (e-Journal) Vol. 14 No. 2 (2026): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/8phs4e72

Abstract

Biocomposites from poly(ε-caprolactone) (PCL) matrix with nanocellulose filler are materials that have been developed for biomedical applications, such as scaffolds, tissue engineering, implants, and wound dressings. The PCL matrix is flexible and biocompatible. Meanwhile, the rice husk nanocellulose filler is environmentally friendly, renewable, and abundantly available in Indonesia. However, the differences in the hydrophobic properties of PCL and the hydrophilic properties of nanocellulose cause low interfacial adhesion, so a compatibilizer is needed to improve the compatibility of the two phases. This study aims to examine the effect of adding short-chain PCL (PCLacac) as a compatibilizer. The mixing of the PCL matrix, nanocellulose filler, and PCLacac compatibilizer used the solvent casting method. The characterization results using Scanning Electron Microscopy (SEM) showed that the addition of PCLacac can improve interfacial adhesion between the matrix and filler, characterized by a more even filler dispersion and reduced agglomeration. On the other hand, thermogravimetric analysis (TGA) analysis showed that the addition of 3% PCLacac resulted in an increase in decomposition temperature, which indicates an increase in thermal stability due to better interfacial interactions between the matrix and filler. Thus, the addition of PCLacac plays an effective role in improving the morphological structure and thermal resistance of PCL/rice husk nanocellulose biocomposite, so it has the potential to be developed as a biocomposite material in biomedical applications including bone scaffolds.