p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Biogenerasi
Widya Arwita
State University of Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN PRINSIP BIOETIKA DALAM KESEJAHTERAAN HEWAN (ANIMAL WELFARE) BERDASARKAN FIVE FREEDOMS PADA SATWA DI PUSAT PENYELAMATAN SATWA TAMAN WISATA ALAM SIBOLANGIT Nabila Syahfitri; Nazwa Syafitri; Muhammad Yusuf; Khairiza Lubis; Widya Arwita
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/8hq46e10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip bioetika dalam kesejahteraan hewan (animal welfare) berdasarkan konsep Five Freedoms pada satwa di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Taman Wisata Alam Sibolangit. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi langsung dan dokumentasi. Penilaian dilakukan terhadap beberapa indikator, yaitu ketersediaan pakan, kebersihan kandang, kondisi kesehatan satwa, ukuran kandang, dan pengamatan perilaku satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan satwa di PPS TWA Sibolangit telah memenuhi sebagian besar prinsip Five Freedoms, meliputi bebas dari lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari penyakit, bebas mengekspresikan perilaku alami, serta bebas dari stres. Nilai kesejahteraan satwa diperoleh sebesar 92% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Secara bioetika, pengelolaan satwa telah mencerminkan prinsip beneficence dan non-maleficence. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek ukuran kandang, pengayaan lingkungan, dan frekuensi pemberian pakan agar kesejahteraan satwa dapat lebih optimal.
ANALISIS PRINSIP BIOETIK DALAM PENANGANAN AWAL SATWA BURUNG HASIL PENANGKAPAN DI PUSAT PENYELAMATAN SATWA TWA SIBOLANGIT Alya Zakia Azzahra Nasution; Najwa Al Mukarromah; Mhd. Yusuf Nasution; Khairiza Lubis; Widya Arwita
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bgnmgf69

Abstract

Penangkapan burung liar di Indonesia menjadi ancaman besar bagi kelestarian spesies dan kesejahteraan hewan. Pusat Pelestarian Satwa (PPS) memiliki peranan vital dalam mengelola burung yang disita melalui serangkaian proses awal, yang mencakup penerimaan, pemeriksaan kesehatan, dan karantina sebelum rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pelaksanaan prinsip bioetika dalam penanganan awal burung di PPS serta mengukur hubungannya dengan kesejahteraan hewan. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung terhadap penerimaan burung di PPS Sibolangit pada bulan Januari 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penanganan, termasuk pencatatan administratif, pemeriksaan kesehatan awal, serta penempatan dalam kandang karantina, telah dilakukan secara terstruktur. Pemeriksaan fisik dan observasi perilaku membantu petugas dalam menentukan kondisi burung serta memilih metode penanganan yang tepat. Prinsip bioetika seperti manfaat, tidak merugikan, dan keadilan juga telah diterapkan, yang terlihat dari pemberian perawatan yang tepat, penanganan yang berhati-hati, serta perlakuan yang adil terhadap semua burung. Secara keseluruhan, penanganan awal di PPS telah mendukung peningkatan kesejahteraan hewan.
ETIKA PELEPASLIARAN SATWA HASIL REHABILITASI OLEH LEMBAGA KONSERVASI OIC: ANTARA KESEJAHTERAAN INDIVIDU DAN KEBERLANJUTAN POPULASI Difa Dwi Putri; Dinda Legawa; Putri Cahaya Hadisti; Mhd Yusuf Nasution; Widya Arwita
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bssdbt55

Abstract

Konflik antara manusia dan orangutan menjadi tantangan dalam upaya konservasi, sehingga diperlukan proses rehabilitasi dan pelepasliaran satwa ke habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek bioetika dalam pelepasliaran satwa hasil rehabilitasi, khususnya dalam menyeimbangkan kesejahteraan individu dan keberlanjutan populasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif melalui kajian literatur dan analisis proses rehabilitasi serta pelepasliaran oleh lembaga konservasi. Hasil menunjukkan bahwa pelepasliaran meliputi beberapa tahapan penting, yaitu pemeriksaan kondisi satwa, transportasi, dan pelepasan ke habitat alami. Keberhasilan pelepasliaran dipengaruhi oleh kesiapan fisik dan perilaku satwa, serta kondisi habitat rilis. Secara bioetika, keputusan pelepasliaran perlu mempertimbangkan kesejahteraan individu tanpa mengabaikan stabilitas populasi liar. Dengan demikian, pelepasliaran satwa harus dilakukan secara terencana dan berbasis pertimbangan ilmiah agar mendukung keberlanjutan ekosistem.
Penerapan Prinsip Bioetik dalam Pengujian Escherichia coli pada Air dan Salmonella pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Media Compact Dry Berdasarkan Standar ISO/IEC 17025 di Laboratorium BPPMHKP Medan I Andina Ayu Syahputri; Dini Dara Arifia; Nurbaity Situmorang; Mhd Yusuf Nasution; Widya Arwita
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/xk28gj62

Abstract

Food safety and environmental quality are critical aspects in maintaining public health, particularly in fishery products and water sources that are vulnerable to contamination by pathogenic microorganisms. This study aims to identify the presence of Escherichia coli in water samples and Salmonella in tilapia (Oreochromis niloticus), as well as to analyze the use of Compact Dry media based on ISO/IEC 17025 and the implementation of bioethical principles in microbiological testing. This research employed a descriptive laboratory approach conducted at the BPPMHKP Medan I Laboratory using Compact Dry media based on AOAC methods. The samples consisted of lake water and tilapia, which were tested through enrichment, inoculation, incubation, and colony observation stages. The results showed no growth of Escherichia coli colonies on Compact Dry EC media and no Salmonella colonies on Compact Dry SL media, indicating that all samples were negative for the tested bacteria. The use of Compact Dry media in this study complied with ISO/IEC 17025 standards, as indicated by systematic procedures, the use of validated media, and laboratory quality control. Furthermore, bioethical principles, including scientific integrity, responsibility, biosafety, and accountability, were applied throughout all stages of testing. Therefore, this study demonstrates that the use of validated media and the application of bioethical principles play an important role in ensuring valid, reliable, and accountable laboratory results.
Penerapan Prinsip Bioetika Dalam Analisis Total Coliform Pada Pengujian Air Limbah di Laboratorium Mikrobiologi Balai Stadarisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Medan Aaqillah Husnah Humairoh; Esra Novauli Sidabutar; Nadia Putri Tampubolon; Muhammad Yusuf Nasution; Widya Arwita
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bnsw2a64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip bioetika dalam pemeriksaan total coliform pada pengujian air limbah di Laboratorium Mikrobiologi Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Medan. Pengujian kualitas air limbah penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kontaminasi mikroorganisme yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2026 dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) yang terdiri dari dua tahap pengujian, yaitu uji praduga dan uji penegasan. Sampel yang dianalisis adalah air limbah dengan kode 0074 (inlet) dan 0075 (outlet). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total coliform pada sampel 0074 sebesar >1600 MPN/100 mL, sedangkan pada sampel 0075 sebesar 110 MPN/100 mL. Nilai tersebut masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan yaitu ≤3000 MPN/100 mL, sehingga menunjukkan bahwa proses pengolahan air limbah mampu menurunkan jumlah bakteri coliform. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa prinsip bioetika yang meliputi prinsip manfaat, kejujuran, keadilan, dan tidak merugikan telah diterapkan selama proses pengambilan hingga pemeriksaan sampel. Dengan demikian, penerapan prinsip bioetika dalam kegiatan pengujian laboratorium sangat penting untuk menjamin keselamatan kerja, integritas ilmiah, serta perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat.