p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosio Dialektika
Dimas Purbo Pambudi
a:1:{s:5:"en_US";s:30:"Universitas Jenderal Soedirman";}

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keberhasilan Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Banyumas Dimas Purbo Pambudi; Neneng Sobibatu Rohmah; Khairurrizqo Khairurrizqo; Titi Rahmawati; Muhammad Riyan Fitria Ramdlani Ramdlani
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13459

Abstract

The problem and handling of waste in Banyumas Regency has changed. Waste became one of the problems that was not handled properly in 2018 to the point of a waste emergency, but now waste in Banyumas can be a source of income, empower the community and become a model for waste management in Indonesia and even the world to achieve various achievements due to its successful management. The existence of Regent Regulation No. 24 of 2023 on the Implementation of Waste Management is a tangible manifestation of Banyumas' strong commitment in dealing with the waste problem to achieve various national and international awards for its success in waste management and care for environmental sustainability. The purpose of this paper is to describe, explore and analyze the success of policy innovation and community empowerment in the idea of “Sumpah Beruang (turning waste into money)”. This research method is descriptive qualitative by using literature studies to obtain various credible data. The results showed that the success of policy innovation and community empowerment in waste management in Banyumas can be seen in its implementation, starting from the government's commitment in the form of clear rules, budget commitments, cooperation and the use of technology. In addition, community participation is also very good in managing waste at TPST (Integrated Waste Processing Site) and TPA BLE (Environmental and Education-Based Final Processing Site) as the key to successful waste management. Finally, the thing that makes a difference in handling waste is the application of circular economy principles that can utilize the processed waste into various objects of economic value such as compost production, paving, magot cultivation, and produce staples for RDF (Refused Derived Fuel). Keywords: Policy Success, Community Empowerment, Waste Management
Kolaborasi Pemerintah Desa Dan Civitas Academica (Studi Kasus Pemberdayaan Para Kader Posyandu Lansia Di Desa Cikakak, Banyumas) Dimas Purbo Pambudi; Titi Rahmawati; Muhammad Riyan; Fitria Ramdlani; Neneng Sobibatu Rohmah; Chanifia Izza Millata
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.14917

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada berjalannya kolaborasi antara pemerintah desa dengan civitas academica (dosen) dalam pemberdayaan kader tim pembina posyandu lanjut usia di desa Cikakak. Desa ini dikenal dengan prestasinya dalam layanan posyandu lanjut usia. Namun, dalam perjalanannya masih minim peran yang melibatkan civitas academika dalam meningkatkan kemampuan para kader posyandu lansia. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah masih minimnya bentuk kerjasama yang konstruktif untuk meningkatkan keberdayaan kognitif para kader posyandu lansia padahal hal tersebut sangat dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Cikakak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi langsung di lokasi penelitian. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan civitas academica sangat dibutuhkan untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para kader. Kesimpulan yang dapat disampaikan dari riset ini bahwa kolaborasi dalam pemberdayaan dapat terlaksana dengan baik, berbagai materi teori dan praktek dapat diterima dengan baik. Ada beberapa hal yang dapat direkomendasikan diantaranya adalah pertama, dibutuhkan aturan formal untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak secara berkesinambungan; kedua, pemerintah desa harus memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan untuk dapat mengoptimalkan berbagai sumberdaya di Cikakak; ketiga, dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak maka dapat melibatkan partisipasi masyarakat agar lebih optimal. Kata kunci: Kolaborasi, Pemberdayaan, Kader TP Posyandu