Kecamatan Manyak Payed menjadi wilayah yang terdampak bencana banjir pada November 2025 yang menimbulkan berbagai kerugian, seperti korban jiwa, kerusakan lingkungan, hilangnya harta benda, serta gangguan psikologis pada masyarakat. Anak-anak merupakan kelompok paling rentan mengalami trauma pascabencana. Dampak psikologis yang muncul antara lain kesulitan tidur, mimpi buruk, perasaan kesepian, mudah marah, sensitif, serta sulit berkonsentrasi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan trauma berkepanjangan yang memengaruhi stabilitas kehidupan anak di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi trauma healing sebagai upaya pemulihan psikologis untuk memulihkan kondisi mental anak. Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan psikososial berbasis permainan sebagai bentuk trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir di Desa Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan anak-anak sebagai subjek utama kegiatan. Kegiatan dilaksanakan melalui 3 bentuk permainan rekreatif yaitu : Ikuti aku, Ular naga dan Tebak gambar yang dirancang untuk menciptakan suasana aman, menyenangkan, serta mendukung pemulihan emosi anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan trauma healing berbasis permainan membantu anak-anak menjadi lebih ceria, berani berinteraksi, serta menunjukkan penurunan gejala kecemasan dan ketakutan. Dengan demikian, program ini efektif sebagai langkah awal pemulihan psikologis anak pascabencana dan diharapkan dapat menjadi model intervensi serupa pada wilayah terdampak bencana lainnya