Oskar Hutagaluh
Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Studi Kasus di SMP Negeri 7 Sambas Tahun Ajaran 2025/2026 Safika Safika; Oskar Hutagaluh; Bayu Bayu
ADIBA : JOURNAL OF EDUCATION Vol. 5 No. 1 (2025): ADIBA: JOURNAL OF EDUCATION
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze the experiences of Islamic Religious Education (IRE) teachers in utilizing Artificial Intelligence (AI) to support the learning process at SMP Negeri 7 Sambas, to describe the forms of its implementation, and to identify the benefits and challenges faced by teachers in its application.This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The data analysis used Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure data validity, this study applied source triangulation and member checking techniques.The results of the study indicate that IRE teachers at SMP Negeri 7 Sambas have positive experiences in using various AI applications such as ChatGPT, Quizizz AI, and Google Form AI Plugin, as these tools are considered helpful in enriching learning materials, simplifying test preparation, and enhancing students’ learning motivation.The implementation of AI in IRE learning includes the development of digital materials, creation of interactive assessments, online-based evaluations, and enrichment of teaching content through digital platforms.However, teachers also encountered several challenges, including limited technological skills, lack of training, inadequate school infrastructure, and concerns over reduced quality of spiritual interaction and personal guidance between teachers and students.This study concludes that the use of AI by IRE teachers has great potential to improve the quality of learning, provided that continuous training, adequate infrastructure, and integration of Islamic values are ensured so that technological use remains aligned with the goals of Islamic Religious Education.
PERAN KOMUNIKASI GURU UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR PADA SISWA KELAS IV B DI SEKOLAH DASAR NEGERI 04 TANJUNG PUTAT TAHUN PELAJARAN 2024 – 2025 Yunita Istina; Oskar Hutagaluh; M. Sabiqul Huda
Lunggi Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari ditemukannya masalah di kelas IVD di Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung tentang peran komunikasi guru untuk meningkatkan disiplin belajar pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang: 1) Peran Komunikasi Guru dengan siswa kelas IVB di Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Putat. 2) Meningkatkan disiplin belajar pada siswa kelas IV B di Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Putat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah Fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gaya komunikasi guru dengan peserta didik di dalam kelas IV B di Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Putat. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan gaya komunikasi instruksional yang menyampaikan informasi atau instruksi yang jelas dan tegas kepada siswa, komunikasi partisipatif keterlibatan aktif dari kedua belah pihak dalam pembelajaran, komunikasi mendelegasi menanamkan rasa tanggung jawab, komunikasi asertif menunjukkan sikap menghargai kepada siswa, komunikasi the equalitarian style menunjukkan sikap setara dan adil kepada siswa dan komunikasi tegas menciptakan suasana kelas yang mendukung. (2) Peran komunikasi guru dalam meningkatkan disiplin belajar peserta didik di dalam kelas IV B di Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Putat. Dalam proses pembelajaran peran guru kelas sebagai pendidik menanamkan sikap disiplin, pengajar menjadi motivator dan pengelolaan kelas, pemberi teladan guru menunjukkan sikap disiplin kepada siswa dan pembimbing guru sebagai membimbing siswa menjadi individu yang mandiri bertanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugas.