Ulfa Amaliya
Institut Agama Islam negeri Sorong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI MANAJEMEN UNTUK MENGELOLA RESIKO DI INSTANSI PEMERINTAH Mutmainna; Miki Keliata Keliata; Aranti Putri Aulia Nurlita; Ulfa Amaliya; Azzahra Tunnisa
Al-Mumtaz: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-mumtaz.v2i2.2262

Abstract

Manajemen risiko merupakan elemen penting dalam tata kelola yang baik karena bertujuan mengurangi potensi kerugian finansial sekaligus memperkuat akuntabilitas dan kelangsungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran manajemen risiko dalam meningkatkan kinerja organisasi pemerintah, khususnya dalam mencegah kerugian anggaran serta mendorong efisiensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dan kajian pustaka, dengan sumber data berupa karya ilmiah, laporan penelitian, dokumen resmi, serta standar internasional terkait manajemen risiko di instansi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi manajemen risiko yang efektif berdampak positif terhadap peningkatan kinerja organisasi, akuntabilitas, transparansi, serta efisiensi pelaksanaan tugas pemerintahan. Penerapan kebijakan mitigasi risiko juga memperkuat ketahanan organisasi dalam menghadapi ancaman perubahan regulasi maupun tekanan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan, manajemen risiko berperan penting dalam mencegah korupsi, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, memperkuat pengawasan internal, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan pendekatan yang komprehensif, manajemen risiko tidak hanya melindungi aset organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Quality Assurance Policy in Marginalized Higher Education: Educator and Staff Perspectives on Ministerial Regulation No. 39/2025 Miki Keliata; Lilik Serli Fandani; Ulfa Amaliya; Siti Hodijah; Nurul Maulidiyah; Tri Utami
Journal of Quality Assurance in Islamic Education (JQAIE) Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Quality Assurance in Islamic Education (JQAIE)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/jqaie.v6i1.2611

Abstract

The issuance of the Regulation of the Minister of Higher Education, Science, and Technology No. 39 of 2025 marks a strategic shift in Indonesia's higher education toward an information-based and continuous quality assurance system. This qualitative case study synthesizes the perspectives of lecturers and administrative staff at the State Islamic Institute (IAIN) Sorong, an Islamic higher education institution in a frontier, outermost, and underdeveloped (3T) region, regarding policy implementation. Data were gathered through in-depth interviews, observations, and document analysis. Findings reveal that stakeholders view the policy as a vital step to strengthen internal and external quality assurance, optimize cost-effectiveness, and enhance educational standards. Specifically, lecturers emphasized learning outcome enhancements and curriculum development, whereas administrative staff focused on operational standardization and assessment improvement. However, implementation faces severe contextual challenges, including limited human resources, low digital literacy, tight funding, and geographical barriers inherent to 3T regions. This study concludes that successful policy adoption requires robust governance, adaptive leadership, capacity building, and context-specific support mechanisms to strengthen quality assurance in marginalized higher education contexts.