Jejen Jaenal Aripin
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AI Integration in Entrepreneurship Education: A Systematic Review of the Mediating Role of Self-Efficacy Jejen Jaenal Aripin; Suryana Suryana; Heny Hendrayati; Raya Sulistyowati; Amirul Afif Muhamat; Farizki Maulana Rafliansyah; Jejen Jaenal Aripin; Suryana Suryana; Heny Hendrayati; Raya Sulistyowati; Amirul Afif Muhamat; Farizki Maulana Rafliansyah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i4.2026.4

Abstract

The integration of artificial intelligence (AI) in entrepreneurship education has expanded rapidly following the launch of ChatGPT however, empirical evidence regarding its effectiveness and implementation challenges remains fragmented. This study synthesizes empirical evidence on AI integration in entrepreneurship education through a systematic literature review following PRISMA 2020 guidelines. A Scopus database search yielded 186 articles, with 25 empirical studies meeting inclusion criteria. Findings reveal neural networks and generative AI as dominant technologies, with neural networks applied in nearly half of the studies and generative AI in more than a quarter. Experiential learning emerged as the most effective pedagogical approach. Entrepreneurial self-efficacy was confirmed as a key mediator between AI and entrepreneurial intention, with consistently strong path coefficients and large effect sizes across studies. AI integration consistently enhanced entrepreneurial intention, self-efficacy, and knowledge acquisition. However, a notable decline in self-perceived creativity indicates potential deskilling risk. Primary challenges include limited technical infrastructure, faculty readiness, and ethical concerns. The concentration of studies in China constrains cross-cultural generalizability. This study proposes the Integrated AI-Entrepreneurship Education Model (IAEEM) as a conceptual framework and provides practical recommendations for higher education institutions to optimize AI integration while mitigating potential risks in developing students' entrepreneurial competencies effectively.
Analisis pola perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah Yayat Yayat; Annysa Ramayanti; Jejen Jaenal Aripin
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36428

Abstract

Pertumbuhan jumlah sampah di Indonesia meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Oleh karena itu, diperlukan penanganan sampah yang komprehensif dalam mengatasi permasalahan sampah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian di RW 12 Desa Margahayu Selatan Kabupaten Bandung. Data primer yang diperoleh menggunakan observasi dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Desa Margahayu Selatan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih warga RW 12 sebagai sampel. Selanjutnya, terpilih 66 responden yang mengisi kuesioner. Data penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga RW 12 dalam pengelolaan sampah masih belum optimal. Dalam mengatasi permasalahan sampah, diperlukan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah. Pola perilaku masyarakat yang mendukung proses pengelolaan sampah akan membantu mengatasi permasalahan sampah. Permasalahan yang utama adalah karena warga RW 12 hanya sekadar membuang sampah ke TPA tanpa dilakukan proses pemilahan terlebih dahulu sehingga tidak dapat mengurangi volume sampah. Alasan utama tidak dilakukannya proses pemilahan adalah karena belum tersedianya fasilitas dalam mengelola sampah yang baik. Namun di samping itu, sebagian besar warga telah mengetahui dengan baik perbedaan penggolongan jenis-jenis sampah. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi antara warga dan pemerintah setempat sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan sampah.