Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RUMAH EDUKASI KELOLA SAMPAH DAN SADAR IKLIM (RESIK) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN DESA KETAHANAN BENCANA DI DESA BOJONG KULUR, PROVINSI JAWA BARAT Dyah Kristyowati; Resty Widya Kurniasari; Jordy Satria Widodo; Puji Rahayu; Alo Karyati; Qotrunnadya Khusnul Wardati; Rachel Amtul Noor
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 1 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i1.5920

Abstract

This article discusses the establishment of a waste management and climate awareness program ("RESIK") as an effort to create a disaster-resilient village in Bojong Kulur. The program addresses issues such as recurring floods, low public awareness of waste management, and the impending closure of the Bantargebang landfill. The objective of this service is to increase public awareness of climate issues, improve waste management capabilities, create environmentally friendly settlements, and establish a circular management system. The method used is mentoring and technology implementation for Youth Groups, PKK, Women Farmers Groups, and Waste Bank Managers. The results achieved were the implementation of interventions in the form of a digital waste bank, an IoT-based dropbox, and a plastic shredding machine. This program highlights the importance of community involvement and pentahelix collaboration to achieve sustainable economic benefits through waste processing.
Dampak Sosial dan Inovasi Teknologi Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Pakuan dalam Membangun Desa Sadar Iklim Bojong Kulur Melalui Program RESIK Qotrunnadya Khusnul Wardati; Fikri Hidayatullah; Langgeng Prima Anggradinata; Dyah Kristyowati; Rachel Amtul Noor
Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Vol 1 No 2 (2025): Loka Bhakti (Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Rumah Edukasi Kelola Sampah dan Sadar Iklim (Resik) merupakan bentuk inovasi mahasiswa Sastra Inggris Universitas Pakuan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Melalui kegiatan edukatif, teknologi digital, dan pemberdayaan sosial, mahasiswa mengembangkan pendekatan baru dalam membangun kesadaran iklim di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Fokus utama kegiatan ini adalah menciptakan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi seperti bank sampah digital dan dropbox IoT, serta menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan urban farming dan produksi pupuk kompos. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi warga hingga 85% dengan kenaikan indeks kapasitas sosial dari 2,43 menjadi 3,05 dan kenaikan indeks kapasitas ekonomi dari 1,96 menjadi 2,46; terbentuknya kelembagaan Pokja Resik yang mandiri, dan munculnya kesadaran baru masyarakat terhadap pentingnya ekonomi hijau dan mitigasi bencana. Program ini menjadi bukti konkret bahwa inovasi sosial berbasis literasi dan teknologi dapat memperkuat ketahanan desa terhadap perubahan iklim.
Peran Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Pakuan Dalam Program Rumah Edukasi Kelola Sampah Dan Sadar Iklim (Resik): Upaya Mewujudkan Desa Bojong Kulur Sebagai Desa Ketahanan Bencana Qotrunnadya Khusnul Wardati; Andi Fahira Maharni; Langgeng Prima Anggradinata; Dyah Kristiyowati; Fikri Hidayatullah; Rachel Amtul Noor
Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Vol 1 No 2 (2025): Loka Bhakti (Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Rumah Edukasi Kelola Sampah dan Sadar Iklim (Resik) merupakan salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa Sastra Inggris Universitas Pakuan dalam upaya mewujudkan desa tangguh terhadap bencana dan sadar lingkungan. Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dipilih sebagai lokasi program karena menghadapi permasalahan banjir musiman dan pengelolaan sampah yang belum optimal. Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan inovatif teknologi, mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan yang mencakup digitalisasi bank sampah, pembangunan dropbox berbasis IoT, pelatihan pembuatan kompos, dan penguatan kelembagaan lokal melalui pembentukan Pokja RESIK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah hingga 84%, peningkatan partisipasi sosial sebesar 80%, serta terciptanya sinergi antara pemerintah desa, komunitas, dan akademisi dalam membangun Desa Bojong Kulur sebagai Desa Ketahanan Bencana.
Audiobook as a Medium for Conserving Sundanese Folklore and Enhancing the Language Skills of Generation Alpha Agatha T Trisari; Langgeng Prima Anggradinata; Aesha Yusi Mahameru; Qotrunnadya Khusnul Wardati
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.2475

Abstract

The Sundanese language, despite being the second most widely spoken regional language in Indonesia, faces declining use among younger generations who perceive it as irrelevant. This study addresses how oral Sundanese folklore can be conserved and simultaneously transformed into an effective learning medium for Generation Alpha. Employing a research-and-development approach combined with a one-group pretest–posttest experimental design, the study conserved the folklore “Sejarah Sri Baduga Maharaja dan Batu Tulis” through the stages of data collection, validation, value analysis, and transformation into a bilingual illustrated audiobook. The cognitive theory of multimedia learning and the concept of literary transformation from orality to literacy frame the analysis. The product was tested on 27 fourth-grade students at SDIT Wadi Al Ahgaff, Bogor. Results shown significant improvement in Sundanese knowledge (30.00 to 98.41; t = 19.63; p < 0.001; N-Gain 0.98) and language skills (43.25 to 83.57; t = 30.23; p < 0.001; N-Gain 0.72), both with very large effect sizes. The study contributes a replicable model of folklore conservation that bridges cultural preservation and digital-era pedagogy, supporting SDG 4 on quality education.