Lia Putri Wardani
Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN WORDWALL TERHADAP MATA PELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Zalfa Gita Salsabila; Lia Putri Wardani; Silvia Anggraini
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/1475

Abstract

Kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas masih secara konvensional sehingga mengakibatkan pembelajaran terasa monoton. Berdasarkan hal ini maka perlu adanya inovasi media pengajaran yang cocok dengan pola pikir dan sifat khas murid di tingkat dasar serta mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian analisis ini adalah mengamati pembelajaran Problem Based Learning dan Wordwall terhadap mata pelajaran IPAS di Sekolah Dasar, kemudian menentukan metode pembelajaran yang paling efektif dan efisien.
INTEGRASI STRATEGI PENDIDIKAN BUDAYA DAN PENGUATAN KARAKTER BANGSA MELALUI OPTIMALISASI PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Lia Putri Wardani
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i5.1497

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran penting kegiatan ekstrakurikuler dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai budaya bangsa. Latar belakang penelitian ini diangkat dari maraknya permasalahan moral di masyarakat yang mencerminkan menurunnya kualitas mentalitas bangsa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dan kajian pustaka, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana strategis untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila seperti religiusitas, nasionalisme, humanisme, dan tanggung jawab sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang secara terarah dan berbasis nilai mampu mengembangkan kepribadian, keterampilan sosial, serta memperkuat karakter peserta didik. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan karakter yang berkelanjutan dan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi integrasi pendidikan budaya dan penguatan karakter bangsa melalui optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya membentuk generasi berkarakter Pancasilais yang beretika, tangguh, dan berintegritas.
Analisis Integrasi Isu Perubahan Iklim dalam Kurikulum Hijau (Green Education) terhadap Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan  Mahasiswa Perguruan Tinggi Lia Putri Wardani
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i1.1659

Abstract

Di tengah anomali suhu global yang melampaui ambang 1,5◦C pada awal 2026, perguruan tinggi menghadapi urgensi untuk mentransformasi kurikulum demi mencetak lulusan yang responsif terhadap krisis ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi isu perubahan iklim dalam "Kurikulum Hijau" (Green Education) dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan mahasiswa.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terstruktur (Qualitative Content Analysis) terhadap 10 Rencana Pembelajaran Semester (RPS) lintas disiplin dan dokumen strategis universitas, mengacu pada taksonomi kompetensi iklim UNESCO 2025. Temuan menunjukkan bahwa integrasi isu iklim masih bersifat "tambahan" (add-on) daripada "menyatu" (infused), dengan dominasi aspek kognitif sebesar 65%. Namun, terdapat tren positif penggunaan Project Based Learning (PjBL) yang berhasil meningkatkan eco agency mahasiswa untuk memitigasi eco anxiety. Hambatan utama ditemukan pada ketimpangan antara konten kurikulum formal dengan "kurikulum tersembunyi" berupa fasilitas kampus yang belum sepenuhnya berkelanjutan. Integrasi isu iklim yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang menyinkronkan kebijakan akademik dengan budaya institusional untuk mengubah literasi menjadi karakter yang menetap.