Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Keuntungan Usaha Petani Cengkeh di Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Taroreh, Stefen R. A.
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.603 KB)

Abstract

Prospek dan potensi tanaman cengkeh di Indonesia kedepannya akan semakin tinggi karena meningkatnya kebutuhan cengkeh dalam negeri maupun di pasar internasional. Meskipun tahun-tahun terakhir produksi cengkeh naik turun tetapi keberadaan cengkeh masih menjadi komoditas penting di Indonesia. Perkembangan harga cengkeh yang tidak stabil di tingkat petani mengakibatkan petani sulit membuat keputusan dalam memproduksi usahatani cengkeh yang dikelolanya sehingga menyebabkan produksi tidak stabil.Total biaya produksi cengkeh di desa Dodap kecamatan Tutuyan kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah Rp. 741.067.000,00, dan total penerimaan adalah Rp. 2.852.000.000,00. Jadi, total pendapatan adalah Rp. 2.110.933.000,00. Dengan demikian, usahatani cengkeh di Desa Dodap menguntungkan. Hal ini juga didukung oleh hasil analisis rasio R/C sama dengan 3, sehingga usahatani cengkeh layak untuk diusahakan.
Strategi Brand Positioning dalam Bisnis Digital: Literature Review Stefen R. A. Taroreh; Makhfudi; Feyne Maria Kairupan; Noldy Takaliuang
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/me0zna76

Abstract

Konsumen di era informasi saat ini memiliki akses yang tidak terbatas terhadap informasi, dimana peran digital branding di zaman sekarang tidak bisa diabaikan, mengingat konsumen modern menghabiskan sebagian besar waktu mereka secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi tren terkini dalam strategi brand positioning yang relevan dengan konteks digital, berdasarkan penelitian-penelitian yang telah ada. Metode: Penelitian ini menggunakan model studi literatur. Penelitian ini menemukan bahwa Personalization at Scale dapat meningkatkan pendapatan dan efisiensi pemasaran hingga 15%, dengan personalisasi yang tepat meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, namun dengan tantangan privasi data yang membutuhkan transparansi dan etika. Storytelling Digital efektif untuk engagement dan recall merek, namun memerlukan autentisitas dan relevansi. Visual dan Video Branding menawarkan engagement yang tinggi, namun produksi konten memerlukan investasi signifikan. Ethical and Sustainable Positioning semakin penting untuk konsumen modern, terutama generasi muda, dengan kebutuhan akan transparansi dan bukti nyata. AI dan Big Data revolusi branding dengan pemahaman konsumen yang lebih mendalam dan penyesuaian real-time, tetapi menuntut tanggung jawab etis dalam privasi data. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi branding modern dalam konteks digital membutuhkan integrasi antara personalisasi, storytelling, visual branding, etika, dan teknologi seperti AI dan big data. Meskipun strategi ini membawa manfaat yang signifikan, tantangan terkait privasi, autentisitas, dan etika harus dihadapi dengan kebijakan yang jelas dan transparan untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang.
Accelerating Economic Value In Developing Regions: A Meta Synthesis Of AI Adoption In Indonesian Smes And Implications For North Sulawesi's Digital Ecosystem Taroreh, Stefen R. A.; Makhfudi; Wahyuningsih; Wasilu, Irfan H.
Asia Pacific Journal of Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Asia Pacific Journal of Interdisciplinary Studies
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/qtbzar31

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) into Small and Medium Enterprises (SMEs) offers a pathway to economic acceleration, yet a significant "digital divide" persists in developing archipelagic regions. This study aims to bridge the gap between foundational digitization and advanced AI-driven value creation by constructing a strategic roadmap specifically for the North Sulawesi digital ecosystem. The research employs a qualitative meta-synthesis design, systematically analyzing 22 peer-reviewed empirical studies published between 2021 and 2025. Data were extracted from high-quality national journals (SINTA-indexed) and synthesized using the Technology-Organization-Environment (TOE) framework to map technological patterns, organizational capabilities, and environmental pressures. The synthesis reveals a critical "adoption dichotomy" within the Indonesian landscape. While national-level data indicate a shift toward predictive analytics and automation, North Sulawesi’s SMEs remain situated in the "onboarding" phase, characterized by reliance on transactional tools (QRIS) and static social media profiling. The analysis identifies organizational readiness—specifically human capital and digital literacy—as the primary mediator determining whether technological adoption translates into measurable business performance. Furthermore, existing policy frameworks focused solely on infrastructure are deemed insufficient for advanced AI integration. To accelerate economic value, regional stakeholders must pivot from a provider-centric model to an enabler-centric approach. The study proposes a holistic framework that prioritizes subsidized digital upskilling and the establishment of regional regulatory sandboxes. These interventions are essential to mitigate resource constraints and facilitate the transition from simple digitization to intelligent economic resilience in developing regions.
Beyond Digital Literacy: A Qualitative Inquiry into AI Readiness and Dynamic Capabilities of Micro Enterprises in North Sulawesi Taroreh, Stefen Raymundo Agustinus; Mandalika, Wahyu; Wasilu, Irfan; Pratama, Risky; Wahyuningsih, Wahyuningsih
Journal of Literacy and Education Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Literacy and Education
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/c5nbvw54

Abstract

The rapid spread of Generative Artificial Intelligence (GenAI) enables resource constrained businesses to leapfrog traditional development stages. However, current literature predominantly focuses on digital literacy and adoption intentions, often overlooking the strategic utilization of AI in peripheral tourism economies. This study aims to explore how micro enterprises in Bunaken, North Sulawesi, leverage AI tools to build dynamic capabilities beyond basic technical skills. Employing a qualitative descriptive design, this study investigates the lived experiences of 12 tourism based micro entrepreneurs. Data were collected through in depth semi structured interviews and digital observations. The study utilizes the Dynamic Capabilities View (DCV), specifically sensing, seizing, and transforming as the theoretical lens to analyze how participants integrate tools like ChatGPT and Gemini into their daily operations. The results reveal that AI readiness in this context is best characterized as "Pragmatic Bricolage" rather than formal technical proficiency. Participants exhibit a distinct dichotomy in tool usage: ChatGPT is leveraged for creative content generation and cultural translation (seizing capabilities), while Gemini is utilized for real time market intelligence and information verification (sensing capabilities). The study identifies that GenAI acts as a cost effective mechanism for "frugal innovation," effectively bridging the language and resource gaps inherent in the region, though usage is tempered by the need for "human in the loop" verification to mitigate AI hallucinations. This research contributes to the digital entrepreneurship literature by providing empirical evidence from an underrepresented archipelago context. It theoretically extends the DCV framework by proposing that in micro enterprises, dynamic capabilities can be constructed through accessible AI tools, shifting the focus from "digital literacy" to "AI enabled strategic agility".
Transformasi Digital pada UMKM di Pasar Berkembang: Tinjauan Literatur Sistematis Tentang Adopsi Teknologi dan Kinerja Bisnis Taroreh, Stefen; Takaliuang, Noldy; Wenno, Marvin; Maasi, Jenneke
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/nhvp5v64

Abstract

Transformasi digital telah menjadi agenda strategis bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di negara-negara pasar berkembang, namun pemahaman yang utuh mengenai pengaruhnya terhadap kinerja bisnis masih terbatas dan tersebar. Tinjauan literatur sistematis ini bermaksud menghimpun bukti-bukti empiris yang menghubungkan adopsi teknologi digital dengan kinerja UMKM di kawasan berkembang, sekaligus memetakan variabel-variabel yang berperan sebagai mediator dan moderator dalam hubungan tersebut. Dengan mengacu pada protokol PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data Scopus dan Web of Science untuk publikasi periode 2017–2026. Dari 519 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 55 artikel memenuhi kriteria kelayakan dan dianalisis lebih lanjut. Melalui sintesis tematik, teridentifikasi empat pokok temuan utama. Pertama, pola adopsi teknologi digital pada UMKM di pasar berkembang berlangsung secara bertahap—diawali dengan pemanfaatan media sosial sebagai pintu masuk, dilanjutkan dengan penggunaan platform e-commerce, dan masih terbatas pada teknologi lanjutan seperti kecerdasan buatan maupun komputasi awan. Kedua, transformasi digital terbukti membawa dampak positif yang konsisten terhadap kinerja bisnis multidimensi melalui peningkatan efisiensi operasional, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan kapasitas inovasi. Ketiga, faktor-faktor pendorong adopsi mencakup persepsi manfaat, kesiapan organisasional, dan tekanan persaingan, sementara hambatan utamanya meliputi keterbatasan sumber daya finansial, rendahnya literasi digital, serta infrastruktur yang belum memadai. Keempat, hubungan antara transformasi digital dan kinerja bisnis dimediasi oleh kapabilitas digital, inovasi bisnis, resiliensi kewirausahaan, dan inovasi model bisnis, serta dimoderasi oleh dinamisme lingkungan, dukungan pemerintah, kapabilitas transformasi digital, karakteristik UMKM, dan kesiapan digital. Sebagai kontribusi kebaruan, tulisan ini mengajukan Model Kapabilitas Digital Terintegrasi untuk Kinerja UMKM Pasar Berkembang (KDT-KU), sebuah kerangka konseptual yang memadukan perspektif Resource Based View dan Dynamic Capabilities Theory dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang khas pada UMKM di negara berkembang. Implikasi bagi pengembangan teori, rekomendasi praktis bagi pemangku kepentingan, serta agenda penelitian mendatang turut dibahas secara komprehensif.
Konsumsi Berkelanjutan di Era Digital: Bagaimana Teknologi AI Mendorong Perilaku Konsumen Hijau Taroreh, Stefen; Wasilu, Irfan H.; Pratama, Risky; Makhfudi, Makhfudi
Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/ag75fd93

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi perilaku konsumen di era digital, termasuk dalam praktik konsumsi berkelanjutan. Artikel ini bertujuan mensintesis temuan empiris mengenai pengaruh AI terhadap perilaku konsumen hijau melalui pendekatan narrative review. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative review dengan mensintesis 43 artikel ilmiah yang dipilih berdasarkan relevansinya terhadap konsumsi berkelanjutan dan penerapan AI. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI meningkatkan personalisasi layanan, kualitas informasi keberlanjutan, serta mendukung penerapan model bisnis sirkular. Pengaruh AI terhadap perilaku konsumen hijau berlangsung melalui peningkatan kepercayaan terhadap informasi keberlanjutan, pengurangan asimetri informasi, dan penyediaan rekomendasi yang sesuai dengan preferensi konsumen. Namun demikian, isu privasi data, bias algoritma, skeptisisme konsumen, serta kesenjangan antara niat dan perilaku masih menjadi tantangan utama dalam implementasi AI untuk mendorong konsumsi berkelanjutan. Studi ini menawarkan sintesis konseptual yang menjelaskan mekanisme AI dalam membentuk perilaku konsumen hijau melalui integrasi personalisasi, transparansi informasi, dan faktor psikologis, serta memberikan implikasi bagi pengembangan strategi pemasaran berkelanjutan berbasis AI.
Modeling Market Reactions with Bayesian Return Adjustment in Financial Event Studies Noldy Takaliuang; Makhfudi Makhfudi; Stefen Taroreh
International Journal of Financial, Accounting, and Management Vol. 7 No. 4 (2026): March
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ijfam.v7i4.3222

Abstract

Purpose: This study introduces the Bayesian Mean Adjusted Return Model (BMARM) to expand financial event study analysis and address the limitations of frequentist approaches during geopolitical crises. The model is applied to assess Indonesian banking stock reactions to the Russia–Ukraine war, focusing on abnormal returns, volatility shifts, and market stabilization. Research Methodology: Using daily stock returns of 44 IDX-listed banking issuers from July 2021 to March 2022, this study combines event study methodology with Bayesian inference. Bayesian Paired Sample t-tests, prior distribution selection, abnormal return estimation (BAAR and BCAR), and robustness checks were conducted using JASP. Expected returns were generated using Bayesian mean-adjusted, market-adjusted, and market models. Results: The findings show short-term negative shifts in BAAR immediately after the event, indicating increased volatility and declining investor sentiment. However, BCAR reflects a gradual improvement, suggesting a partial market recovery. Bayesian tests show weak evidence of differences between pre- and post-event abnormal returns, and robustness checks reveal sensitivity to prior assumptions. Conclusions: BMARM offers a more adaptive and probabilistic assessment of market reactions than classical models, capturing uncertainty during geopolitical shocks. It supports market efficiency patterns in which short-term disruptions eventually transition to stabilization. Limitations: The model is computationally intensive, dependent on prior selection, and limited by sample size. Further adaptation is required for nonfinancial market applications. Contributions: This study advances Bayesian empirical finance by introducing BMARM as a novel framework for event studies in emerging markets.