Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Salam And Istishna Sale Practices In The Modern Economic Era: Scholars’ Perspectives In Sharia Economic Law Analysis Dea Dahlia; Henni Rahayu Handayani; Dwi Sri Handayani; Catur Galuh Ratnagung
Consensus : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/consensus.v4i3.1798

Abstract

This study examines the transformation of salam and istishna transactions in contemporary Islamic economic practices, particularly in relation to the application of khiyar rights. While classical jurisprudence recognizes various forms of khiyar, modern transactions tend to emphasize khiyar al-‘aib, with khiyar al-majlis becoming less applicable due to spatial separation and limited direct interaction. Using a qualitative literature-based approach, this research analyzes classical and contemporary scholarly perspectives on the implementation of these contracts. The novelty of this study lies in its focus on the shift in khiyar application within modern transactional contexts and its implications for Sharia compliance. The findings indicate that salam and istishna transactions remain permissible as long as they meet essential legal requirements, including clear product specifications, agreed pricing, and defined delivery terms. However, practices involving unfair conditions, such as non-refundable payments upon cancellation, contradict Sharia principles and are therefore prohibited.
Harmonisasi Pengaturan Pengalihan Objek Jaminan Fidusia dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam Berbasis Rahn Tasjily Dea Dahlia; Risna Menda Lovinta Siregar; Sarah Alzagladi; Muhammad Abdul Zalil
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 7 No 2 (2026): Tema Hukum Islam
Publisher : Himpunan Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v7i2.3502

Abstract

This research is motivated by the high prevalence of debtors transferring fiduciary security objects without the creditor's consent, which potentially results in legal losses for the creditor. This study aims to analyze the differences and alignment of regulations regarding the transfer of fiduciary security objects in positive law and Islamic law, specifically through the concept of rahn tasjily. The method employed is normative legal research with conceptual and comparative law approaches. The results indicate that in positive law, the transfer of fiduciary security objects is restricted and requires written consent from the creditor. Meanwhile, in Islamic law, through the rahn tasjily concept, such transfer is permissible while remaining grounded in the principles of prudence, justice, and the protection of all parties. The novelty of this research lies in the construction of a normative harmonization between positive law and Islamic law to strengthen creditor protection within a dual legal system.
Penguatan Kesadaran Hukum dan Bela Negara dalam Pemberantasan Judi Online pada Siswa SMK Sasmita Jaya 1 Hilmi Munandar; Astik Efy Saputri; Aurel Adriya; Chandra Darmawan; Sabrina Julia Zuhrufah Lubis; Dea Dahlia
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judi online merupakan salah satu bentuk kejahatan digital yang semakin berkembang dan memberikan dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta pembentukan karakter generasi muda. Rendahnya pemahaman hukum dan literasi digital menyebabkan pelajar menjadi kelompok yang rentan terhadap paparan aktivitas perjudian daring. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui edukasi hukum yang dipadukan dengan penguatan nilai-nilai bela negara. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan pemahaman bela negara dalam upaya pemberantasan judi online pada siswa SMK Sasmita Jaya 1, Pamulang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pendampingan. Kegiatan diikuti oleh 100 siswa melalui penyuluhan hukum, diskusi interaktif, simulasi pelaporan konten judi online, serta pembentukan komitmen "Duta Anti Judol" sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta mengenai aspek hukum perjudian online, literasi digital, konsep bela negara, dan mekanisme pelaporan konten ilegal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dari 30% pada pre-test menjadi 85% pada post-test, atau meningkat sebesar 55%. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mampu memperkuat kesadaran hukum, meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan melaporkan konten perjudian online, serta menumbuhkan komitmen untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam pencegahan judi online di lingkungan sekolah. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan hukum, literasi digital, dan nilai-nilai bela negara merupakan pendekatan yang efektif dalam membangun karakter generasi muda yang sadar hukum, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi ancaman kejahatan digital.