Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan di SMA YPPK Taruna Bakti Waena Petrus Y.I. Arwimbar; Habibi Zamuli; Karel Bantmanlusi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i4.1042

Abstract

Pendidikan kesehatan tanggap emergency of first aid pada cedera bermanfaat mencegah terjadinya cedera di lingkungan sekolah. Salah satu tujuan dari program pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah yakni suatu   upaya untuk memperkuat pengetahuan, sikap, dan keterampilan guna mencegah dan memperoleh tindakan yang tepat terhadap cedera. Sekolah merupakan suatu objek tempat yang cukup rasional terhadap risiko lingkungan, karena memiliki berbagai ancaman, diantaranya yaitu faktor keselamatan biologis, jasmaniah, kimia dan bahaya   kesehatan mental. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan Pelatihan tentang pertolongan pertama pada Koran Kecelakaan di SMA YPPK Taruna Bhakti. Metode yang digunakan adalah metode Pelatihan, Praktek dan tanya jawab yang dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap penyelesaian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik, baik dari aspek teori maupun praktik. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan hasil pengetahuan berdasarkan pre-test dan post-test. Sebelum pelatihan, persentase siswa dan siswi dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 48%, cukup baik 45%, dan kurang baik 7%. Setelah pelatihan, persentase meningkat menjadi 70% untuk kategori baik, 26% cukup baik, dan hanya 4% kurang baik dari total 27 siswa dan siswi yang berpartisipasi dalam kegiatan. Kegiatan pelatihan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dan siswi dalam pertolongan pertama pada korban kecelakaan di lingkungan sekolah dan bahkan dilingkungan masyarakat. Untuk menjaga dan memastikan pemahaman dan pengetahuan siswa dan siswi dalam pertolongan pertama pada kecelakaan diperlukan pendampingan dan evaluasi secara berkesinambungan agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan Pembelian Rokok Eceran Dengan Frekuensi dan Intensitas Merokok Dikalangan Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kota Jayapura Habibi Zamuli; Melkior Tappy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55508

Abstract

Perilaku merokok merupakan suatu kebiasaan di seluruh lapisan masyarakat baik usia muda, usia dewasa sampai pada lanjut usia. Studi GYTS (Global Youth Tobacco Survey) Indonesia tahun 2019 menemukan bahwa 4 dari 10 siswa Indonesia berusia 13-15 tahun pernah mencoba tembakau, sebanyak 19,2% pelajar menggunakan produk tembakau dan 11,5 pelajar menggunakan rokok elektronik. Hal ini dapat terjadi karena mudahnya akses dan ketersediaan rokok di lingkungan pelajar menjadikan pelajar dengan mudah membeli dan mengkonsumsi rokok dimana saja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pembelian rokok eceran dengan perilaku merokok mahasiswa seperti frekuensi dan intensitas. Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel dalam penelitian berjumlah 180 pelajar sekolah menengah kejuruan. Pengumpulana data primer melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pembelian rokok eceran dengan frekuensi dan intensitas merokok pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kota Jayapura. Hal tersebut bisa dilihat dari nilai p-value masing-masing yakni 0.365 dan 0.168< 0,05. Temuan penelitian ini merekomendasikan kepada pihak sekolah agar pelarangan penjualan rokok batangan, penguatan pengawasan terhadap pedagang rokok, serta integrasi kebijakan pengendalian tembakau dengan perlindungan anak sebagai langkah strategis untuk menurunkan prevalensi merokok remaja di Indonesia, juga intervensi pengendalian tembakau berbasis kurikulum sekolah.