Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN PHBS TATANAN RUMAH TANGGA ADAPTASI ERA NEW NORMAL COVID-19 DI LINGKUNGAN KOTA BARU KOTA JAYAPURA Karel Batmanlusi; Helen Try Juni Asti; Melkior Tappy; Hesty Tumangke
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.637

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi momentum masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) khususnya pada tatanan rumah tangga, sejak dicanangkan status era new normal Covid-19 pembatasan mobilitas sudah dilonggarkan akan tetapi masyarakat tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus aktif virus covid-19. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pentingnya penerapan PHBS tatanan rumah tangga terus diterapkan meskipun saat ini sudah masa adaptasi era new normal covid-19. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan praktik cuci tangan. Kegiatan ini diselenggarakan di RT 03/RW 04 Kota Baru. Kota Jayapura Papua Penyuluhan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari bapak- bapak, ibu- ibu dan remaja dewasa. Sebelum kegiatan penyuluhan peserta mengisi pretest dan setelah selesai penyuluhan diberikan post test. Berdasarkan hasil post test menunjukkan bahwa 91% peserta memiliki pengetahuan kategori baik dan 9 %  memiliki pengetahuan kategori cukup tentang PHBS tatanan Rumah tangga dan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang berarti ada peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan penyuluhan serta selama berlangsungnya penyuluhan peserta menunjukkan antusias mendengarkan materi PHBS tatanan keluarga dan langkah cuci tangan, peserta juga aktif berpartisipasi dalam tanya jawab dan melakukan praktik cuci tangan. Diharapkan PHBS dapat di terapkan secara konsisten oleh masyarakat dan support  sistem dari seluruh pihak terkait.
PENYULUHAN PHBS TATANAN RUMAH TANGGA ADAPTASI ERA NEW NORMAL COVID-19 DI LINGKUNGAN KOTA BARU KOTA JAYAPURA Karel Batmanlusi; Helen Try Juni Asti; Melkior Tappy; Hesty Tumangke
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.637

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi momentum masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) khususnya pada tatanan rumah tangga, sejak dicanangkan status era new normal Covid-19 pembatasan mobilitas sudah dilonggarkan akan tetapi masyarakat tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus aktif virus covid-19. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pentingnya penerapan PHBS tatanan rumah tangga terus diterapkan meskipun saat ini sudah masa adaptasi era new normal covid-19. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan praktik cuci tangan. Kegiatan ini diselenggarakan di RT 03/RW 04 Kota Baru. Kota Jayapura Papua Penyuluhan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari bapak- bapak, ibu- ibu dan remaja dewasa. Sebelum kegiatan penyuluhan peserta mengisi pretest dan setelah selesai penyuluhan diberikan post test. Berdasarkan hasil post test menunjukkan bahwa 91% peserta memiliki pengetahuan kategori baik dan 9 %  memiliki pengetahuan kategori cukup tentang PHBS tatanan Rumah tangga dan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang berarti ada peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan penyuluhan serta selama berlangsungnya penyuluhan peserta menunjukkan antusias mendengarkan materi PHBS tatanan keluarga dan langkah cuci tangan, peserta juga aktif berpartisipasi dalam tanya jawab dan melakukan praktik cuci tangan. Diharapkan PHBS dapat di terapkan secara konsisten oleh masyarakat dan support  sistem dari seluruh pihak terkait.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL Sintia Kartika Sari; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Asriati Asriati; Melkior Tappy; Yane Tambing; Apriyana Irjayanti
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.19018

Abstract

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan disebarkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan, termasuk wanita hamil. Indikator Annual Parasite Incidence (API) malaria di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 0,93 per 1.000 penduduk. Kebaruan penelitian ini mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian malaria pada ibu hami. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil di Puskesmas Waena Kota Jayapura. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menderita penyakit malaria. Populasi kontrol dalam penelitian ini adalah seluruh  ibu hamil yang tidak menderita malaria. Sampel dalam penelitian ini sebesar 29 sampel untuk kasus malaria pada ibu hamil dan 58 sampel untuk kontrol ibu hamil, sehingga total sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 responden (matched 1:2). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan dua cara yaitu total sampling untuk kelompok kasus dan purposive sampling untuk kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis dalam penelitian ini terdapat analisis univariat dan bivariat dan menghitung nilai OR untuk melihat besar risiko. Hasil analisis uji statistic Chi-Square dan Odds Ratio menunjukkan bahwa, perilaku merupakan faktor risiko kejadian malaria (OR= 9,529, Cl 2,067-43,939), kondisi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian malaria (OR= 13,269,Cl 4,461-39467). Disimpulkan bahwa ibu hamil yang perilaku dan kondisi lingkungannya buruk berisiko secara signifikan untuk mengalami malaria.