Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Pengelolaan Emergency Trolley di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, Lampung Regita Cahyani; Putri Amelia Rooswita; Zulfan Zazuli
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.19541

Abstract

Emergency trolley merupakan tempat menyimpan sediaan emergensi yang hanya dapat digunakan ketika keadaan gawat darurat sehingga diperlukannya tata laksana berupa standar prosedur operasional serta kebijakan untuk menjamin pengelolaannya tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran serta kesesuaian pengelolaan emergency trolley di RSUD Pringsewu berdasarkan peraturan pemerintah serta standar prosedur operasional yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed method) melalui pendekatan concurrent triangulation strategy. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Populasi yang digunakan yakni seluruh ruangan yang menjadi tempat diletakkannya emergency trolley serta sumber daya manusia yang terlibat, sedangkan sampel merupakan populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan hasil wawancara yang dideskripsikan dalam paragraf serta dengan menghitung persentase hasil observasi yang disajikan dalam diagram batang. Penelitian untuk mengukur kesesuaian pengelolaan emergency trolley di RSUD Pringsewu melalui 3 tahap yaitu tahap penyimpanan, tahap penggunaan & penggantian serta tahap pencatatan & pelaporan dengan persentase kesesuaian masing-masing tahap terdiri dari aspek penyimpanan & kondisi emergency trolley (83,97%), aspek sarana prasarana (82,41%), aspek penggunaan (100%), aspek penggantian (97,22%) serta pencatatan & pelaporan (91,67%). Berdasarkan hal tersebut, tingkat kesesuaian pengelolaan emergency trolley di RSUD Pringsewu tergolong tinggi.
Minimalisasi Biaya Obat Antihipertensi Lisinopril Atau Candesartan Pada Pasien Hipertensi Disertai Gagal Ginjal Kronik Di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Anastya Devi Septiani; Putri Amelia Rooswita; Kiki Yuli Handayani
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 5 No. 1 (2024): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v5i1.11239

Abstract

Hypertension can damage blood vessels, which if not handled properly can cause kidney damage. Chronic Kidney Disease (CKD) is the most common comorbid in hypertensive patients in Indonesia with a percentage of 51%. The successful treatment of hypertension accompanied by CKD can be supported by administration of antihypertensives. The variety of antihypertensive therapy alternatives makes pharmacoeconomic studies necessary in order to obtain cost-effective therapy. The purpose of this study was to find out which antihypertensive drug is the most cost-minimizing between lisinopril and candesartan used in the treatment of hypertension accompanied by CKD (ICD-10 I12.0) in the Inpatient Installation based on the perspective of RSUD Dr. H. Abdul Moeloek in 2022. This research is a non-experimental observational with a purposive sampling technique. Data collection was carried out retrospectively from tracking secondary data originating from medical records, drug details in the Hospital Information System (SIRS), and details of direct medical costs in the Hospital Finance Department. Costs collected are in the form of direct medical costs which include antihypertensive drug costs, supporting drug costs, accompanying drug costs, laboratory costs, ICU, emergency room, hemodialysis, and hospitalization. The study showed that the average total cost of treating antihypertensive therapy for lisinopril was higher than candes artan, with lisinopril amounting to Rp 3.778.163 while candesartan was Rp 3.307.740. These results indicate that use of the antihypertensive candesartan is more cost-minimizing compared to lisinopril with a saving value of IDR Rp 470.423. Keywords: Pharmacoeconomics; CMA; hypertension with CKD; lisinopril; candesartan
EDUKASI “MARI MENGENAL TANAMAN HERBAL” PADA ANAK SEKOLAH DASAR SD NEGERI GEDUNG HARAPAN, LAMPUNG SELATAN Anjar Hermadi Saputro; Sudewi Mukaromah Khoirunnisa; Riri Fauziyya; Winni Nur Auli; Putri Amelia Rooswita; Uswatun Hasanah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Tanaman herbal yang dikenal sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan jenis tanaman yang dibudidayakan di lingkungan rumah yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Namun, di kalangan anak-anak, tanaman herbal sering dianggap sebagai jamu yang pahit dan kuno, sehingga mereka enggan untuk mengkonsumsinya maupun memanfaatkannya. Oleh karena itu, pengenalan TOGA kepada anak-anak perlu dilakukan melalui proses edukasi sejak dini agar mereka tidak melupakan budaya lokal serta memahami manfaat tanaman herbal bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui penyuluhan kepada siswa kelas V dan VI SDN Gedung Harapan dengan pemaparan materi mengenail jenis-jenis tanaman herbal serta manfaatnya. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap seluruh peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 2,38 sebelum penyuluhan menjadi 2,48. Dengan demikian, metode penyampaian materi terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, dan tujuan kegiatan dapat dikatakan tercapai