Nadhira Shava Putri Ramadhan
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Axiological Concepts of Islamic Education in Forming Students' Character M. Hasyim Asyari; Salsabila Putri; Nadhira Shava Putri Ramadhan; Dzakiyatul Fuada; Muhammad Yusron Maulana El Yunusi
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.18071

Abstract

This research also aims to deepen the value and benefits of character education for young people in Indonesia. The method used is library research or library research, which involves searching and analyzing data from various relevant sources such as books, articles, notes and research reports. Axiology is a branch of philosophy that studies the various ways in which something can be good or bad or have positive or negative consequences in light of one's values and the attendant facts about another's objective existence. Character education is a very important factor in forming personality. It can be said that character education in the context of education in Indonesia is basically the cultivation of educational values, especially noble values which are the culture of Indonesian society and are always well maintained, because the Indonesian nation is a nation famous for its culture.Penelitian ini juga bertujuan untuk memperdalam nilai dan manfaat pendidikan karakter bagi kaum muda remaja di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka atau penelitian kepustakaan, yang melibatkan pencarian dan analisis data dari berbagai sumber relevan seperti buku, artikel, catatan, dan laporan penelitian. Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari berbagai cara di mana sesuatu bisa menjadi baik atau buruk atau mempunyai akibat positif atau negatif sehubungan dengan nilai-nilai seseorang dan fakta-fakta yang menyertainya tentang keberadaan obyektif pihak lain. Pendidikan karakter merupakan faktor yang sangat penting dalam membentuk kepribadian. Dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia pada dasarnya adalah penanaman nilai-nilai pendidikan, khususnya nilai-nilai luhur yang menjadi budaya masyarakat Indonesia dan selalu terpelihara dengan baik, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang terkenal untuk budayanya.
Tantangan Guru Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran ASWAJA Di Madrasah Aliyah Hasyim Asyari Sukodono Sidoarjo M. Iqbal Fikri Adi; Nur Nabila Ilma Nafisa; Nadhira Shava Putri Ramadhan; Niswatun Toyyibah; M. Firdaus Alamsyah; Muhammad Azizun Khakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di Madrasah Aliyah Yahari Sukodono. Pembelajaran Aswaja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan berimbang di tengah keberagaman sosial dan arus informasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru mata pelajaran Aswaja. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Aswaja dilakukan secara terintegrasi melalui pembelajaran di kelas, keteladanan guru, serta pembiasaan nilai-nilai Aswaja dalam budaya madrasah. Tantangan utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran, pengaruh media sosial terhadap pemahaman keagamaan siswa, perbedaan latar belakang peserta didik, serta keterbatasan media dan sumber pembelajaran. Adapun faktor pendukung berasal dari kultur madrasah berbasis Nahdlatul Ulama, dukungan pimpinan madrasah, dan komitmen guru. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi tantangan tersebut meliputi penerapan pendekatan kontekstual dan dialogis, keteladanan, serta penguatan pembiasaan nilai Aswaja melalui kegiatan akademik dan nonakademik. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Aswaja dapat berjalan efektif apabila didukung oleh sinergi antara guru, budaya madrasah, dan strategi pedagogis yang tepat.