Nuari Andolina
STIKes Guna Bangsa Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kritis Pendekatan Diagnosis, Terapi, Dan Faktor Prediktif Hiperbilirubinemia Neonatal: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Fitriani Fitriani; Nuari Andolina; Fatimah Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.135

Abstract

Hiperbilirubinemia neonatal merupakan kondisi klinis umum yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalopati bilirubin jika tidak ditangani secara tepat. Literatur review ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai pendekatan diagnosis, pengobatan, serta faktor risiko yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia pada neonatus berdasarkan tinjauan kritis terhadap delapan artikel penelitian terkini dari berbagai negara dan desain studi. Metode yang digunakan meliputi studi potong lintang, kohort retrospektif, uji klinis acak terkontrol, studi kualitatif, dan studi kasus. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teknologi skrining berbasis mobile seperti Picterus Jaundice Pro menunjukkan potensi sebagai alat skrining di negara dengan sumber daya terbatas, meskipun validasi lebih lanjut diperlukan. Kadar bilirubin juga ditemukan berhubungan dengan risiko terjadinya Acute Kidney Injury (AKI) pada neonatus. Terapi fototerapi tetap menjadi intervensi utama yang efektif, sementara suplementasi seperti Ursodeoxycholic Acid (UDCA) pada neonatus dengan defisiensi G6PD menunjukkan penurunan angka readmisi meskipun tidak signifikan terhadap kadar bilirubin. Pengalaman orang tua terhadap fototerapi di rumah juga menunjukkan dampak positif secara emosional dan peran pengasuhan. Faktor-faktor risiko seperti inkompatibilitas ABO/Rh, prematuritas, sepsis, dan jenis kelamin laki-laki diidentifikasi secara signifikan berhubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia. Meskipun sebagian studi menunjukkan inkonsistensi dalam akurasi alat ukur seperti Roche TBiL, keseluruhan data memberikan pandangan yang komprehensif mengenai pentingnya deteksi dini, validasi alat ukur, serta strategi penanganan berbasis bukti untuk hiperbilirubinemia neonatal.