Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Ridni Husnah; Syamsuriyati; Fitriani; Angellisa Lammabue Panjaitan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.162

Abstract

Anemia merupakan keadaan tubuh dengan jumlah sel darah merah yang sedikit sehingga mempengaruhi kadar hemoglobin dan berada di bawah batas normal. Remaja menjadi salah satu kelompok rentan mengalami anemia karena remaja sedang berada dalam fase di mana pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung dengan cepat, sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi pun mengalami peningkatan. Salah satu cara untuk mengurangi anemia dengan memberikan pengertian pada remaja mengenai pentingnya meminum tablet Fe ketika mengalami menstruasi dan menganjurkan remaja rutin mengkonsumsi madu. Madu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hemoglobin dan tidak memiliki efek samping dalam mengonsumsinya. Madu memiliki kandungan besi 1 gram dalam setiap 100 gram. Metode Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan menggunakan Desain Penelitian Pre and Post-Test With Countrol Group. Sampel yang digunakan adalah Remaja Putri yang Anemia sebanyak 30 dipilih secara perposive sumpling. Peneiltian dilaksanakan di Universitas Awal Bros dengan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan tentang Perbandingan Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Remaja Putri didapatkan kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar Hemoglobin sebelum dan setelah pemberian Madu dan Tablet Fe pada kelompok intervensi yang meningkat secara signifikan. Tujuan untuk mencegah anemia pada remaja putri dengan pemberian Madu dan Tablet Fe
PENGARUH INTERVENSI EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA TENAGA KESEHATAN RAWAT INAP DI RSUP DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Yunikartika; Syamsuriyati; Umar Dg Palallo; Saparuddin Latu; Syamsuni Carsel
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.965

Abstract

This study aims to analyse the effect of an educational intervention on improving knowledge of patient safety culture among inpatient healthcare staff at Dr Tadjuddin Chalid General Hospital, Makassar. The study employed a quantitative method using a pre-experimental, single-group, pre-test–post-test design. The sample comprised 105 healthcare staff selected using consecutive sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire and analysed using the Wilcoxon Signed-Rank Test at a 95% confidence level. The results showed that before the intervention, 79 respondents (75.2%) were in the ‘good’ knowledge category, 13 respondents (12.4%) were in the ‘adequate’ knowledge category, and 13 respondents (12.4%) were in the ‘poor’ knowledge category. Following the educational intervention, the number in the ‘good’ knowledge category increased to 99 (94.3%), whilst those in the ‘adequate’ and ‘poor’ categories each numbered 3 (2.9%). The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant increase in knowledge following the educational intervention. It was concluded that the educational intervention had a significant effect on improving knowledge of patient safety culture amongst inpatient healthcare staff. Therefore, continuing education needs to be integrated into healthcare staff competency development programmes to strengthen patient safety culture and improve the quality of hospital care.