p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Diah Puspitasari
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Kandungan Formalin Dan Boraks Pada Bakso Tusuk Di Area SD Muhammadiyah Dan TK ABA Kota Yogyakarta Aufa Nurfiana Rahman; Diah Puspitasari; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.201

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan pendidikan dasar dan pra-sekolah, yaitu SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berlokasi di wilayah Kabupaten Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan lokasi didasarkan pada kepadatan penduduk dengan aktivitas pendidikan yang tinggi serta tingginya peredaran jajanan kaki lima yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah, salah satunya yaitu bakso tusuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya formalin dan boraks pada produk bakso tusuk yang dijajakan di sekitar area SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode uji laboratorium, serta teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat terhadap 25 sampel bakso tusuk yang diperoleh dari 10 kecamatan dan 2 institusi pendidikan (SD Muhammadiyah dan TK ABA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung formalin, sedangkan tidak ditemukan kandungan boraks pada seluruh sampel. Distribusi sampel positif formalin tertinggi ditemukan di Kecamatan Kotagede (20%), diikuti Mergangsan (16%), serta Tegalrejo, Mantrijeron, dan Wirobrajan (masing-masing 12%). Kecamatan lainnya menyumbang 1-2 sampel (4-8%). Sebanyak 68% sampel positif formalin berasal dari SD Muhammadiyah dan 32% dari TK ABA. Kesimpulannya, seluruh sampel yang diuji terbukti mengandung formalin, sementara tidak ditemukan adanya kandungan boraks pada seluruh sampel yang diteliti.
Hubunga Antara Berat Lahir dan Kejadian Stunting di Puskesmas Nggalik II Rista Pebriana; Agung Nugroho; Diah Puspitasari; Sri Mujianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1678

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik selama masa kehamilan maupun setelah kelahiran. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu kondisi yang memiliki risiko mengalami keterlambatan perkembangan seiring pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat lahir dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 96 balita, yaitu 48 balita stunting sebagai kelompok case dan 48 balita tidak stunting sebagai kelompok control. Data dikumpulkan melalui rekam medis, buku KIA, dan KMS, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact test dan perhitungan odds ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 balita (4,2%) memiliki riwayat BBLR dan 92 balita (95,8%) memiliki berat lahir normal. Hasil analisis statistic menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat lahir dan kejadian stunting (p=0,617; p>0,05). Nilai OR sebesar 3,1 dengan 95% CI 0,2–167,9 menunjukkan adanya kecenderungan risiko stunting yang lebih tinggi pada balita dengan riwayat BBLR, tetapi hasil tersebut belum menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik karena interval kepercayaan mencakup nilai 1 dan memiliki rentang yang lebar. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat lahir dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II. Keterbatasan jumlah balita dengan riwayat BBLR perlu menjadi pertimbangan dalam menginterpretasikan hasil penelitian. Kata kunci: Berat Badan Lahir Rendah; Sosial Ekonomi; Pola Asuh; Stunting