Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sisa Makanan Dan Estimasi Biaya Pemborosan Makanan Pada Pasien Rawat Inap Kelas III Di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta Tahun 2025 Rachmi Wijayanti; Lilis Lisnawati; Enrico Adhitya Rinaldi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.338

Abstract

Sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh pasien mengakibatkan kebutuhan gizi pasien tidak terpenuhi dan menyebabkan adanya biaya yang terbuang sehingga anggaran makanan jadi kurang efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan sisa makanan dan Estimasi Biaya Pemborosan Makanan pada Pasien Rawat Inap Kelas III di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta.. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 370 responden pasien rawat inap kelas III melalui observasi sisa makanan dengan metode comstock dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta Tahun 2025 sebanyak 20,53%. Berdasarkan jenisnya, sisa makanan terdiri dari makanan pokok 26,37%, lauk hewani 18,25%, lauk nabati 20,93%, sayur 21,30%, buah 11,87% dan snack 9,25%, estimasi biaya pemborosan makanan pada pasien rawat inap kelas III sebanyak Rp. 18.068,54,- per orang per hari. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden (usia dan pendidikan), penampilan makanan, rasa makanan, makanan dari luar rumah sakit terhadap sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III. Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden (jenis kelamin), jenis diet dan sikap petugas terhadap sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rata- rata sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta Tahun 2025 sebanyak 20,53% dengan sisa makanan terbanyak pada jenis makanan pokok dan sayur dengan estimasi biaya pemborosan diperkirakan mencapai adalah Rp. 84.867.932,38, dalam 1 bulan.
Pengaruh Administrasi Pendaftaran, SDM, Sarana dan Prasarana terhadap Faktor-faktor yang Memengaruhi Waktu Tunggu Pasien di IGD RSUD Junjung Besaoh Faguita Sona Putri; Lilis Lisnawati; Aliefety Putu Garnida
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5685

Abstract

Waiting time for health services in the emergency department is one of the most sensitive components of service quality assessment and a major concern in the Minimum Service Standards (SPM) for hospitals. Therefore, emergency department management must consider all aspects that can affect waiting time holistically, from administrative processes and workforce capacity to the availability of supporting facilities and infrastructure. The purpose of this study is to determine the influence of registration administration, human resources, and facilities and infrastructure on the factors affecting patient waiting times in the ED of Junjung Besaoh General Hospital. This study is quantitative research. Data collection was conducted by distributing questionnaires to 96 respondents, and multiple linear regression was used to examine the effects of the independent variables on patient waiting times. The results show that registration administration, human resources, and facilities and infrastructure significantly affect patient waiting times, with an $R2$ value of 0.78, indicating that these three variables explain 78% of the variance in waiting times. Among them, human resources had the most significant influence. This indicates that improvements in registration administration, human resources, and infrastructure are associated with shorter patient waiting times in the Emergency Department of Junjung Besaoh General Hospital.