Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim Rawat Inap Bpjs Kesehatan di Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci Riau Riri Handayani; Alih Germas Kodyat; Aliefety Putu Garnida
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 10 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i10.9962

Abstract

This study aims to analyze the factors causing pending BPJS Kesehatan inpatient claims at Efarina Hospital, Pangkalan Kerinci, Riau, in 2024. Pending claims are a significant obstacle in the hospital financing system because they impact cash flow, service efficiency, and operational sustainability. The study used a mixed method (quantitative and qualitative) design. The research sample consisted of 1,278 pending inpatient claim files and interviews using the matrix triangulation technique, Focus Group Discussion (FGD) related to the claims process. Data were collected through document review, in-depth interviews, and observation of the administrative process. The results showed that the dominant factors causing pending claims were incomplete medical resumes (56.73%), inaccurate coding (34.66%), and incomplete claim files (8.61%). The impact of pending claims was quite significant, namely delays in receiving payments from BPJS Kesehatan and increased hospital operational costs. This study recommends strengthening the claims management system through improving the accuracy of medical records, regular training, optimizing information technology, and stricter internal supervision. In conclusion, improvement efforts focused on human resources, administration, and digital systems are crucial for reducing the number of pending claims, enabling hospitals to improve efficiency, regulatory compliance, and the quality of healthcare services.
Rekomendasi Bauran Pemasaran Dilihat Dari Profil Pasien Untuk Menaikan Kunjungan Pasien Rumah Sakit Alian Setiawan; Aliefety Putu Garnida; Dedy Nugroho
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7303

Abstract

Persaingan dunia perumah sakitan semakin pesat menimbulkan terjadinya persaingan produk layanan kesehatan. RS Al Irsyad Surabaya pada laporan kinerja rumah sakit tahun 2023 menunjukkan adanya penurunan kunjungan pasien dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi bauran pemasaran pada dimensi 4C (Customer Solution, Cost to Customer, Convenience, Communication). Turjuran dari pernerlitian ini adalah untuk merngiderntifikasi perlurang pasar sercara karakterristik profil masyarakat merlipurti faktor dermografi, merlakurkan pernilaian dimernsi analisis lingkurngan erksterrnal dan lingkurngan Interrnal serta mernyursurn rerkomerndasi baurran permasaran pada dimernsi 4C markerting mix (curstomerr solurtion, cost to curstomerr, convernierncer, commurnication) urnturk merningkatkan kurnjurngan pasiern di Rurmah Sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan metode evaluasi kualitatif untuk mengidentifikasi berbagai aspek dari strategi pemasaran Rumah Sakit. Populasi adalah seluruh pasien rawat inap dan rawat jalan dalam satu bulan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yang dihitung dengan rumus Slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 99 pasien. Data primerr diperrolerh merlaluri wawancara terrstrurkturr (in derpht interrvierw) dan FGD (Focurs Grurp Dsiscurtion) urnturk merndapatkan data pada faktor interrnal dan erksterrnal. Data primerr didapatkan jurga dari pengisian kurersionerr oleh sample penelitian urnturk merngertahuri baurran permasaran di Rurmah Saikt. Data serkurnderr diperrolerh merlaluri obserrvasi lapangan yaitur derngan merngamati aktifitas dan siturasi yang terrjadi dalam kerserharian rurmah sakit serrta dokurmern terrburka yang didapatkan dari pihak manajermern urnit permasaran Rurmah Sakit. Terakhir dilakukan triangurlasi ataur pernggaburngan data yang terrkurmpurl. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pasien penduduk kota Surabaya di dominasi penduduk usia produktif. Berbeda dangan pasien yang berkunjung ke Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya didominasi usia lansia. Jenis kelamin yang berkunjung didominasi oleh Perempuan. Tingkat pendidikan mulai dari Sekolah Menengah Atas dengan tingkat ekonomi cukup yang didominasi pekerja sektor swasta. Potensial pasar berdasarkan sebaran penduduk Surabaya berada pada area lebih dari >3km. Berdasarkan hasil perhitungan SWOT didapatkan pada kuadaran SO (Strenght - Opportunity) dimana Strenght 3,27 dan Weaknes -3,01 sedangkan Opportunity 2,24 dan Threat -2,20. Analisa Marketing Mix 4C menunjukan nilai cukup baik. Adapun nilai yang memiliki bobot dibawah 5 adalah variabel Customer Statisfaction yaitu lokasi parkir, petunjuk arah yang jelas, kebersihan, prodak unggulan. Variabel Cost to Customer yakni harga yang sesuai dan Communication yakni ketersediaan informasi layanan.
Pengaruh Administrasi Pendaftaran, SDM, Sarana dan Prasarana terhadap Faktor-faktor yang Memengaruhi Waktu Tunggu Pasien di IGD RSUD Junjung Besaoh Faguita Sona Putri; Lilis Lisnawati; Aliefety Putu Garnida
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5685

Abstract

Waiting time for health services in the emergency department is one of the most sensitive components of service quality assessment and a major concern in the Minimum Service Standards (SPM) for hospitals. Therefore, emergency department management must consider all aspects that can affect waiting time holistically, from administrative processes and workforce capacity to the availability of supporting facilities and infrastructure. The purpose of this study is to determine the influence of registration administration, human resources, and facilities and infrastructure on the factors affecting patient waiting times in the ED of Junjung Besaoh General Hospital. This study is quantitative research. Data collection was conducted by distributing questionnaires to 96 respondents, and multiple linear regression was used to examine the effects of the independent variables on patient waiting times. The results show that registration administration, human resources, and facilities and infrastructure significantly affect patient waiting times, with an $R2$ value of 0.78, indicating that these three variables explain 78% of the variance in waiting times. Among them, human resources had the most significant influence. This indicates that improvements in registration administration, human resources, and infrastructure are associated with shorter patient waiting times in the Emergency Department of Junjung Besaoh General Hospital.
Pendekatan Lean Hospital untuk Mengidentifikasi Waste Kritis dalam Penanganan Kegawatdaruratan di Instalasi Rawat Jalan RSU An Ni’mah Rizqiana Arum Sari; Aliefety Putu Garnida; Samingan Samingan
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8321

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan rawat jalan merupakan titik akses utama bagi pasien rumah sakit dan berpotensi mengalami kejadian kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Namun, penanganan kegawatdaruratan di rawat jalan sering kali belum didukung oleh alur pelayanan yang spesifik dan terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pemborosan (waste) kritis dalam proses penanganan kegawatdaruratan di Instalasi Rawat Jalan RSU An Ni’mah menggunakan pendekatan Lean Hospital. Metode: Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada November–Desember 2025. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas unsur manajemen, penanggung jawab unit, serta tenaga pelaksana langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan terhadap alur pelayanan, wawancara mendalam, serta telaah dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur proses dan mengukur waktu pelayanan, perhitungan Value Added Ratio (VAR), metode Borda untuk menentukan waste kritis, serta analisis fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab pemborosan. Hasil penelitian menunjukkan total lead time penanganan kegawatdaruratan sebesar 127,1 menit dengan VAR sebesar 19%, yang mengindikasikan dominasi aktivitas non value added. Pemborosan kritis didominasi oleh waste waiting (24,2%), diikuti defect (21,9%) dan motion (16,1%). Pemborosan terutama terjadi pada fase antrean awal pelayanan, penentuan kegawatdaruratan, proses administrasi alih rawat, serta koordinasi dan transfer pasien ke Instalasi Gawat Darurat. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa waste waiting dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia, metode pelayanan, ketersediaan peralatan, dan mekanisme monitoring. Kesimpulan: Inefisiensi penanganan kegawatdaruratan di rawat jalan terutama bersumber dari desain sistem dan alur pelayanan. Pendekatan Lean Hospital memberikan dasar yang sistematis untuk perbaikan berkelanjutan melalui penguatan SOP kegawatdaruratan rawat jalan, penerapan alur fast track, standardisasi alih rawat, dan penguatan monitoring berbasis response time.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kinerja Karyawan Terhadap Kualitas Pelayanan Resep Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Kota Bandung Harry Kamijantono; Alih Germas Kodyat; Aliefety Putu Garnida
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7106

Abstract

Abstrak Kualitas pelayanan di instalasi farmasi rumah sakit sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk motivasi kerja dan kinerja karyawan. Motivasi yang tinggi dapat meningkatkan semangat kerja, sementara kinerja yang baik dapat berkontribusi pada pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kinerja karyawan terhadap kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara TK II Sartika Asih Kota Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan instalasi farmasi serta pasien yang menerima layanan farmasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi untuk melihat hubungan antara variabel independen (motivasi kerja dan kinerja karyawan) dengan variabel dependen (kualitas pelayanan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan berada dalam kategori sangat baik dengan skor total 84,14%, sementara kinerja karyawan dikategorikan baik dengan skor total 81,06%. Hambatan utama dalam peningkatan kualitas pelayanan adalah sistem penghargaan yang kurang adil serta keterbatasan alat kerja. Analisis statistik menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kinerja karyawan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pelayanan farmasi (p lebih kecil dari 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi kerja yang tinggi berkontribusi pada peningkatan etos kerja, sementara kinerja karyawan yang optimal meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam pelayanan obat. Motivasi kerja dan kinerja karyawan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara TK II Sartika Asih Kota Bandung. Kata kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan, Kualitas Pelayanan
Pengaruh Fasilitas Kesehatan Dan Kinerja Terhadap Kepuasan Pasien Melalui Kualitas Pelayanan Pada Unit Kebidanan Di RS Bhayangkara TK.II Kediri Agung Hadi Wijanarko; Sumijatun Sumijatun; Aliefety Putu Garnida
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6649

Abstract

Dilatarbelakangi oleh BOR unit kebidanan mengalami fluktuasi tiap tahunnya (BOR 2021 sama dengan 64%, BOR 2022 sama dengan 70.38%, BOR 2023 sama dengan 68.57%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kesehatan dan kinerja terhadap kepuasan pasien melalui kualitas pelayanan di unit kebidanan. Penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional melalui pendekatan survey. Populasi penelitian pasien unit rawat inap kebidanan dengan pengambilan sampel sebanyak 109 menggunakan purposive sampling yang dilakukan Bulan Desember 2024-Januari 2025. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan menggunakan software SPSS dan Smart-PLS. Hasilnya mayoritas responden berusia 26-36 tahun (48.6%), pendidikan terakhir SMP (36.6%) dan menggunakan jaminan BPJS Kesehatan (93.5%). Hasil uji bivariat menunjukkan fasilitas kesehatan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan (O sama dengan 0.358 dan t-statistik 3.421 lebih besar dari 1.96), kinerja berpengaruh terhadap kualitas pelayanan (O sama dengan 0.506 dan t-statistik 4.907 lebih besar dari 1,96), fasilitas kesehatan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien (O sama dengan 0.167 dan t-statistik 1.394 lebih kecil dari 1,96), kinerja berpengaruh terhadap kepuasan pasien (O sama dengan 0.228 dan t-statistik 2.129 lebih besar dari 1,96) dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien (O sama dengan 0.527 dan t-statistik 4.139 lebih besar dari 1,96). Hasil uji multivariat diketahui bahwa fasilitas kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien melalui kualitas pelayanan (O sama dengan 0.188 dan t-statistik 2.497 lebih besar 1,96) dan kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien melalui kualitas pelayanan (O lebih besar 0.266 dan t-statistik 2.997 lebih besar 1,96). Berdasarkan hasil penelitian, rumah sakit harus memberikan perhatian lebih kepada peningkatan fasilitas kesehatan dan kinerja pegawai agar kualitas pelayanan semakin meningkat sehingga kepuasan pasien juga akan meningkat. Kata kunci : fasilitas, kepuasan, kinerja, kualitas, pasien
Pelayanan Rawat Jalan Bpjs Di Rsud Kayen Pati Dengan Manajemen Lean Yuliati Permatasari; Aliefety Putu Garnida; Ismail Sangadji
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7144

Abstract

Abstrak Pelayanan kesehatan saat ini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Penyedia jasa layanan kesehatan seperti rumah sakit dituntut untuk meningkatkan pelayanannya lebih baik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian operasional dengan pendekatan kualitatif. Data alur proses pelayanan untuk Value Added Assesment (VAA), akar penyebab waste, serta root cause analysis dengan metode fishbone dan five whys, observasi langsung, wawancara dan telah dokumen-dokumen terkait. Data yang diperoleh dianalisis dan memberikan usulan perbaikan dengan manajemen Lean. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa alur proses pada pelayanan rawat jalan sebagian tidak mengikuti alur yang sesuai SPO. Berdasarkan hasil pemetaan value stream mapping, diketahui bahwa VAR untuk proses untuk pasien rawat jalan tanpa pemeriksaan penunjang adalah 13,4 %, sedangkan VAR untuk pasien rawat jalan dengan pemeriksaan laboratorium adalah 16,7 %, dan VAR untuk pasien rawat jalan dengan pemeriksaan radiologi adalah 12,4 % . Berdasarkan hasil perhitungan kuesioner waste yang telah diolah menggunakan metode BORDA, diketahui bahwa waiting menjadi waste kritis, karena menduduki peringkat tertinggi yaitu 20%. Waste waiting dicari akar penyebabnya dengan metode fish bone dan five whys. Peneliti membuat usulan-usulan perbaikan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Untuk itu perlu dilakukan monitoring evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan dalam proses peningkatan pelayanan rawat jalan BPJS RSUD Kayen Pati. Kata kunci: pelayanan kesehatan, rawat jalan, manajemen Lean