Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Status Stunting Anak Prasekolah Di Kelurahan Alalak Selatan, Kota Banjarmasin Baidah Baidah; Ahmad Rasyid Ridha Ramadhan; Mutia Putri; Revina Demayanti; Hariya Hariya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.349

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk pada kelompok prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sebaran stunting pada anak prasekolah di Kelurahan Alalak Selatan, Kota Banjarmasin tahun 2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi seluruh anak prasekolah sebanyak 3.547 anak. Sampel ditentukan secara accidental sampling pada wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, sehingga diperoleh 302 anak. Data primer dikumpulkan pada Juli 2025 melalui pengukuran antropometri tinggi badan menggunakan stadiometer dan ditentukan berdasarkan height-for-age z-score (HAZ) standar WHO. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 49–68 bulan (61,92%) dengan jenis kelamin seimbang antara laki-laki (52,32%) dan perempuan (49,01%). Berdasarkan status gizi, sebagian besar anak dalam kondisi normal (73,18%), namun 26,82% teridentifikasi mengalami stunting. Temuan ini menunjukkan prevalensi stunting di Kelurahan Alalak Selatan lebih tinggi dibandingkan angka nasional (21,6%), sehingga wilayah ini dapat dikategorikan sebagai daerah kantong stunting yang memerlukan intervensi gizi berkelanjutan.
Pemanfaatan Tradisi Bakisah Bahasa Banjar Sebagai Instrumen Edukasi Mitigasi Bencana di Wilayah Rawa Indrayadi; Ahmad Rasyid Ridha Ramadhan; Sri Purwanti Ariani; Ernawati; Nazwa Natasya
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2881

Abstract

Rendahnya literasi mitigasi bencana pada masyarakat wilayah rawa serta belum optimalnya pemanfaatan kearifan lokal sebagai media komunikasi risiko menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan tradisi bakisah Bahasa Banjar sebagai instrumen edukasi mitigasi bencana untuk meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, dan partisipasi masyarakat di wilayah rawa. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif berbasis budaya lokal yang dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi berbasis bakisah Bahasa Banjar, pelaksanaan edukasi melalui penyampaian cerita, diskusi interaktif dan simulasi sederhana, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat wilayah rawa di Posyandu Taman Kamboja, Puskesmas Teluk Dalam, Kota Banjarmasin. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat pada seluruh indikator mitigasi bencana. Rata-rata nilai pretest sebesar 49,8% meningkat menjadi 86,6% pada posttest. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana (54% menjadi 90%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tradisi bakisah Bahasa Banjar efektif sebagai media edukasi mitigasi bencana yang kontekstual, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di wilayah rawa.