Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Perawat Tentang Kesiapsiagaan Pada Saat Bencana Kebakaran Di RS TK. III Dr. R. Soeharosono Banjarmasin Yuhansyah Yuhansyah; Sri Purwanti Ariani; Mira Mira; Rasdiana R; Helda Sapitri; Andini Ika Safitri; Melliana Melliana; Puspita Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.549

Abstract

Kebakaran rumah sakit merupakan ancaman serius terhadap keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan kesehatan. Peran perawat dalam respons dan evakuasi kebakaran sangat penting, tetapi pengetahuan kesiapsiagaan belum diketahui secara jelas. Penelitian mengenai pengetahuan kesiapsiagaan dalam bencana kebakaran pada perawat, khususnya di rumah sakit wilayah Kalimantan Selatan, masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan pada saat bencana kebakaran di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan bencana kebakaran, terdiri dari 9 pertanyaan. Populasi penelitian adalah perawat di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga sangat baik mengenai kesiapsiagaan kebakaran di rumah sakit, khususnya terkait penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur pengaktifan sistem alarm kebakaran, pengetahuan tentang lokasi titik kumpul (assembly point) dan keberadaan peta jalur evakuasi di unit kerja. Kesiapsiagaan perawat belum sepenuhnya merata, terutama pada aspek keterampilan praktis penggunaan selang kebakaran (fire hose reel) serta keterlibatan dalam pelatihan dan simulasi kebakaran. Diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan dan simulasi kebakaran yang dilakukan secara rutin, terstruktur, dan berkelanjutan bagi seluruh perawat.
Pemanfaatan Tradisi Bakisah Bahasa Banjar Sebagai Instrumen Edukasi Mitigasi Bencana di Wilayah Rawa Indrayadi; Ahmad Rasyid Ridha Ramadhan; Sri Purwanti Ariani; Ernawati; Nazwa Natasya
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2881

Abstract

Rendahnya literasi mitigasi bencana pada masyarakat wilayah rawa serta belum optimalnya pemanfaatan kearifan lokal sebagai media komunikasi risiko menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan tradisi bakisah Bahasa Banjar sebagai instrumen edukasi mitigasi bencana untuk meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, dan partisipasi masyarakat di wilayah rawa. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif berbasis budaya lokal yang dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi berbasis bakisah Bahasa Banjar, pelaksanaan edukasi melalui penyampaian cerita, diskusi interaktif dan simulasi sederhana, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat wilayah rawa di Posyandu Taman Kamboja, Puskesmas Teluk Dalam, Kota Banjarmasin. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat pada seluruh indikator mitigasi bencana. Rata-rata nilai pretest sebesar 49,8% meningkat menjadi 86,6% pada posttest. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana (54% menjadi 90%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tradisi bakisah Bahasa Banjar efektif sebagai media edukasi mitigasi bencana yang kontekstual, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di wilayah rawa.