Kissa Bahari
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Meremas Plastisin Terhadap Nyeri Pasca Operasi Laparatomi Di RS Lavalette Malang Dwi Savira Agustin; Arief Bachtiar; Nurul Pujiastuti; Kissa Bahari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.376

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan masalah umum yang dapat mengganggu proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup, dengan sekitar 70% kasus terjadi pada pasien yang menjalani operasi laparatomi. Diperlukan intervensi keperawatan mandiri yang sederhana untuk manajemen nyeri, salah satunya dengan teknik relaksasi meremas plastisin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh meremas plastisin terhadap nyeri pasca operasi laparatomi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan pre–post-test dua kelompok, melibatkan 40 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dengan analisis data uji Wilcoxon untuk membandingkan pre- dan post-test, serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p = 0,000; p < 0,05), serta perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi. Kesimpulannya, meremas plastisin terbukti efektif menurunkan nyeri pasca operasi laparatomi. Terapi nonfarmakologis ini mudah, praktis, dan dapat diterapkan secara luas sebagai strategi pendukung manajemen nyeri.  
Analisis Beban Dan Stres Kerja Perawat Hubungannya Dengan Keseimbangan Kehidupan Kerja Perawat Perioperatif: Analisis Beban Dan Stres Kerja Perawat Hubungannya Dengan Keseimbangan Kehidupan Kerja Perawat Perioperatif Hikmatul Zainiyah; Tri Anjaswarni; Tri Johan Agus Yuswanto; Kissa Bahari
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v11i2.6047

Abstract

Workload and stress for nurses in hospitals, especially in operating rooms, are conditions that require special attention. This is important because nurses working in operating rooms face high work demands, which can cause stress. If not managed properly, this stress can have a negative impact on nurses' performance and work-life balance. Objective: This study aims to analysis the relationship between workloads and work-related stress with the quality of work-life balance among perioperative nurses at Lavalette Hospital in Malang. Methodology: This study employs a correlational design with a cross-sectional approach. The study population consists of all perioperative nurses at Lavalette Hospital in Malang, using total sampling involving 34 respondents. Data analysis used the Spearman's rank correlation test. Research results: There was a significant relationship between workload and work-life balance with a p-value of 0.001 (< 0.05) and a correlation coefficient of r = -0.535 (strong relationship). Similarly, there was a significant relationship between work stress and work-life balance with a p-value of 0.002 (< 0.05) and r = -0.514 (strong relationship). The negative correlation indicates that the higher the workload and work stress experienced, the lower the level of work-life balance among perioperative nurses. Conclusions and Recommendations: Ongoing efforts are needed from nurses to enhance their competencies, implement effective time management, and optimize work stress management. For healthcare institutions, it is recommended to regularly enhance nurses' capacity through training, provide performance- based rewards, and establish effective communication regarding career progression
Pengaruh Telenursing Whatsapp Reminder Dan Edukasi Melalui Whatsapp Channel Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengonsumsi Tablet Tambah Darah Di MTsN 3 Malang Tiara Cahya Aurella; Joko Wiyono; Kissa Bahari; Maria Diah Ciptaning Tyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1141

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi dan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Rendahnya pengetahuan dan kepatuhan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi anemia pada remaja. Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui edukasi dan reminder berbasis teknologi seperti Telenursing menggunakan aplikasi WhatsApp (WhatsApp Reminder dan WhatsApp Channel). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Telenursing WhatsApp Reminder dan edukasi melalui WhatsApp Channel terhadap pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di MTsN 3 Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 70 remaja putri yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 35) dan kelompok kontrol (n = 35). Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan pengiriman reminder dan edukasi sebanyak 2 kali seminggu. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk kepatuhan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen untuk variabel pengetahuan (p= 0,003) dan kepatuhan (p=0,002). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan skor posttest yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kontrol, baik pada variabel pengetahuan (p<0,001) maupun kepatuhan (p<0,001). Dapat disimpulkan bahwa Telenursing WhatsApp Reminder dan edukasi melalui WhatsApp Channel berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di MTsN 3 Malang.
Pengaruh Terapi Bermain Tradisional Congklak Terhadap Tingkat Kecemasan Pre Operasi Pada Pasien Anak Di RSUD Kanjuruhan Malang Nike Andriyanti; Arief Bachtiar; Kissa Bahari; Kasiati Kasiati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1238

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pre operasi sering dialami oleh anak akibat rasa takut terhadap tindakan pembedahan dan lingkungan rumah sakit yang asing. Kondisi ini dapat menghambat kerja sama anak selama prosedur medis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi bermain tradisional congklak yang menyenangkan dan mudah dilakukan. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh terapi bermain tradisional congklak terhadap tingkat kecemasan pre operasi pada pasien anak di RSUD Kanjuruhan Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 54 anak dengan usia 6–12 tahun yang akan menjalani operasi, terdiri dari 27 anak kelompok perlakuan dan 27 anak kelompok kontrol, dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney Test. Hasil Penelitian: Terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan pada kelompok perlakuan setelah diberikan terapi bermain congklak dengan nilai p = 0,001, sedangkan pada kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan p = 0,871. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan tingkat kecemasan antar kelompok dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Terapi bermain tradisional congklak berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pre operasi pada anak. Aktivitas bermain ini dapat membantu anak merasa lebih tenang dan nyaman sebelum menjalani tindakan pembedahan.