p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Ratna Roesardhyati
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Dengan Motivasi Menolong Kecelakaan Lalu Lintas Pada Mahasiswa Keperawatan Erlina Febrianti; Mokhtar Jamil; Ratna Roesardhyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.560

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas memerlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat untuk mencegah kematian dan keparahan cedera. Pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang pertolongan pertama berpengaruh terhadap motivasi mereka dalam menolong korban kecelakaan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan pertolongan pertama dengan motivasi menolong korban kecelakaan pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 156 mahasiswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diuji dengan uji Spearman rank dengan signifikansi α = <0,05 dengan program SPSS 23. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 12 pertanyaan dengan menggunakan skala guttman dan kuesioner motivasi yang terdiri dari 20 pertanyaan ordinal. Penelitian ini dilakukan di Kampus ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Hasil: hasil analisis uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) antara tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama dan motivasi menolong kecelakaan lalu lintas adalah sebesar 0,178 dengan nilai signifikansi (p-value) = 0,027. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dengan motivasi menolong kecelakaan lalu lintas pada mahasiswa keperawatan.
Hubungan Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang Vika Apria Michelle Tadubun; Ratna Roesardhyati; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.562

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan global yang kompleks dan sering kali disertai dengan gangguan metabolisme lipid seperti hiperkolesterolemia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan melalui berbagai mekanisme fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar kolesterol dan tekanan darah dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik total sampling terhadap 54 responden lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol total menggunakan alat tes digital EasyTouch, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,7% responden memiliki kadar kolesterol risiko tinggi, 48,1% mengalami hipertensi stadium 1, dan 63,0% memiliki kualitas hidup rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kolesterol dengan kualitas hidup (p-value = 0,809), namun terdapat hubungan signifikan antara tekanan darah dengan kualitas hidup (p-value = 0,013). Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengendalian tekanan darah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi, sehingga diperlukan penguatan program deteksi dini dan penatalaksanaan hipertensi yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Peran Orang Tua Dengan Sikap Dan Prilaku Kesehatan Reproduksi Remaja MTS Darul Huda Ayu Ananda; Shinta Wahyusari; Rif’atul Fani; Ratna Roesardhyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.571

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, kesiapan yang dimulai sejak usia remaja. Kesehatan reproduksi remaja meliputi fungsi, proses, dan sistem reproduksi remaja. Berdasarkan hasil survei awal yang telah dilakukan peneliti dengan wawancara pada siswa remaja Mts Darul Huda setelah bertemu dan berinteraksi dengan responden. Dalam 10 murid yang diwawancarai, ditemukan bahwa orang 5 siswi mengatakan tidak mendapat informasi mengenai kebersihan organ genetalia dari orang tua mereka dan 3 orang siswi mengatakan mereka merasa malu dan merupakan hal yang porno untuk diungkapkan, selain itu 2 orang siswi mengatakan hanya mendapat pengetahuan tentang menggunakan pembalut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan sikap dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja Mts Darul Huda. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTS Darul Huda Jl. KH Ahmad Dahlan, Sumber Wuni, Codo, Kec. Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi Mts Darul Huda pada tingkat kelas VII, VIII, dan IX yang berusia antara 12–15 tahun dengan jumlah populasi 53. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling.  Hasil penelitian ini berupa peran orang tua (khususnya dalam aspek komunikasi) pada remaja MTs Darul Huda mayoritas berada pada kategori rendah atau bermasalah, yaitu sebesar 62,3% hingga 64,2%, Mayoritas remaja memiliki sikap kesehatan reproduksi dalam kategori kurang (69,8%), perilaku kesehatan reproduksi remaja menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana 73,6% responden memiliki perilaku berisiko. Kondisi ini mencakup aspek higiene reproduksi yang rendah serta kurangnya pengendalian diri dalam interaksi sosial.  Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan sikap kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,015). Kekuatan hubungan bersifat negatif (r = -0,331) dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,002).