Kesehatan reproduksi merupakan kondisi yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, kesiapan yang dimulai sejak usia remaja. Kesehatan reproduksi remaja meliputi fungsi, proses, dan sistem reproduksi remaja. Berdasarkan hasil survei awal yang telah dilakukan peneliti dengan wawancara pada siswa remaja Mts Darul Huda setelah bertemu dan berinteraksi dengan responden. Dalam 10 murid yang diwawancarai, ditemukan bahwa orang 5 siswi mengatakan tidak mendapat informasi mengenai kebersihan organ genetalia dari orang tua mereka dan 3 orang siswi mengatakan mereka merasa malu dan merupakan hal yang porno untuk diungkapkan, selain itu 2 orang siswi mengatakan hanya mendapat pengetahuan tentang menggunakan pembalut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan sikap dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja Mts Darul Huda. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTS Darul Huda Jl. KH Ahmad Dahlan, Sumber Wuni, Codo, Kec. Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi Mts Darul Huda pada tingkat kelas VII, VIII, dan IX yang berusia antara 12–15 tahun dengan jumlah populasi 53. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini berupa peran orang tua (khususnya dalam aspek komunikasi) pada remaja MTs Darul Huda mayoritas berada pada kategori rendah atau bermasalah, yaitu sebesar 62,3% hingga 64,2%, Mayoritas remaja memiliki sikap kesehatan reproduksi dalam kategori kurang (69,8%), perilaku kesehatan reproduksi remaja menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana 73,6% responden memiliki perilaku berisiko. Kondisi ini mencakup aspek higiene reproduksi yang rendah serta kurangnya pengendalian diri dalam interaksi sosial. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan sikap kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,015). Kekuatan hubungan bersifat negatif (r = -0,331) dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,002).