p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Rif’atul Fani
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Peran Orang Tua Dengan Sikap Dan Prilaku Kesehatan Reproduksi Remaja MTS Darul Huda Ayu Ananda; Shinta Wahyusari; Rif’atul Fani; Ratna Roesardhyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.571

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, kesiapan yang dimulai sejak usia remaja. Kesehatan reproduksi remaja meliputi fungsi, proses, dan sistem reproduksi remaja. Berdasarkan hasil survei awal yang telah dilakukan peneliti dengan wawancara pada siswa remaja Mts Darul Huda setelah bertemu dan berinteraksi dengan responden. Dalam 10 murid yang diwawancarai, ditemukan bahwa orang 5 siswi mengatakan tidak mendapat informasi mengenai kebersihan organ genetalia dari orang tua mereka dan 3 orang siswi mengatakan mereka merasa malu dan merupakan hal yang porno untuk diungkapkan, selain itu 2 orang siswi mengatakan hanya mendapat pengetahuan tentang menggunakan pembalut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan sikap dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja Mts Darul Huda. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTS Darul Huda Jl. KH Ahmad Dahlan, Sumber Wuni, Codo, Kec. Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi Mts Darul Huda pada tingkat kelas VII, VIII, dan IX yang berusia antara 12–15 tahun dengan jumlah populasi 53. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling.  Hasil penelitian ini berupa peran orang tua (khususnya dalam aspek komunikasi) pada remaja MTs Darul Huda mayoritas berada pada kategori rendah atau bermasalah, yaitu sebesar 62,3% hingga 64,2%, Mayoritas remaja memiliki sikap kesehatan reproduksi dalam kategori kurang (69,8%), perilaku kesehatan reproduksi remaja menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana 73,6% responden memiliki perilaku berisiko. Kondisi ini mencakup aspek higiene reproduksi yang rendah serta kurangnya pengendalian diri dalam interaksi sosial.  Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan sikap kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,015). Kekuatan hubungan bersifat negatif (r = -0,331) dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,002).  
Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Pada Remaja SMP Elvina Yoandrawati; Rif’atul Fani; Shinta Wahyusari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.641

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit yang semakin meningkat prevalensinya di kalangan remaja, termasuk di Indonesia. Faktor kecerdasan emosional dianggap berpengaruh terhadap perilaku pencegahan diabetes pada remaja. Kecerdasan emosional berperan dalam pengambilan keputusan dan pengendalian diri terhadap perilaku berisiko. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku pencegahan diabetes pada remaja SMP. Metode: Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada siswa SMP Kristen Aletheia Malang bulan November hingga Desember 2025. Sampel sebanyak 54 siswa dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Trait Kecerdasan Emosional Questionnaire–Adolescent Short Form (TEIQue-ASF) untuk mengukur kecerdasan emosional, dan Diabetes-related Instrument to Assess Preventive Behaviors among Adolescents (DIAPBA) untuk mengukur perilaku pencegahan diabetes melitus. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku pencegahan diabetes (r = 0,491; p<0,001). Kesimpulan: Kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap perilaku pencegahan diabetes pada remaja SMP. Hal ini menegaskan pentingnya pengembangan aspek kecerdasan emosional dalam upaya meningkatkan perilaku pencegahan diabetes di kalangan remaja.