Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Coaching Hand Hygiene Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Pasien Dalam Pencegahan Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (HAIs) Di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin Rizka Mariyana Destriyani; Mohammad Basit; Muhammad Riduansyah; Muhamamad Arief Wijaksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.596

Abstract

Latar Belakang: HaIs yaitu infeksi yang dihasilkan dari pasien selama perawatan di fasilitas kesehatan dan menjadi masalah serius secara global. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan melakukan hand hygine yang efektif. Edukasi melalui coaching menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatakan pengetahuan keluarga dan pasien dalam mencegah terjadinya infeksi di rumah sakit.  Upaya yang selama ini telah dilakukan untuk menurunkan Healthcare Associated Infections (HAIs) adalah Hand hygiene atau kebersihan tangan merupakan salah satu bentuk kewaspadaan standar yang dinilai paling efektif dalam mencegah sekaligus mengendalikan infeksi. Kegagalan dalam menerapkan praktik ini sering kali menjadi faktor utama timbulnya infeksi di rumah sakit serta berkontribusi terhadap penyebaran mikroorganisme yang resisten terhadap berbagai jenis obat di sarana pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui bagaimana pengaruh Coaching hand hyigne terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien dalam pencegahan infeksi di fasilitas pelayanan (HaIs) di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin. Metode: Jenis metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 87 responden diambik dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan di analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai rata-rata Wilcoxon yang diperoleh menunjukkan positif atau adanya peningkatan pengetahuan, memiliki nilai signifikan sebesar p=0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf p=0,05. Simpulan: Ada pengaruh coaching hand hyigne terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien dalam pencegahan infeksi di fasilitas pelayanan (HaIs) di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.
Terapi Aktivitas Kelompok Senam Anti Hipertensi Dan Pijat Punggung Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru M. Arief Wijaksono; Prasetya Putra Pratama; Rahmawati Rahmawati; Rizka Mariyana Destriyani; Siti Muzdalifah; Yesa Septia Trianjani; Ni Made Ayu Komang Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1027

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah melalui terapi nonfarmakologis seperti senam anti hipertensi dan pijat punggung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membantu menurunkan tekanan darah lansia melalui terapi aktivitas kelompok berupa senam anti hipertensi dan pijat punggung. Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan dan demonstrasi praktik terapi kepada lansia di Wisma Melati Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 8 orang lansia yang mengikuti pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan, penyuluhan kesehatan, praktik senam anti hipertensi, serta terapi pijat punggung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai terapi nonfarmakologis, dimana sekitar 90–100% lansia mampu menjelaskan kembali manfaat serta langkah-langkah pelaksanaan terapi. Selain itu, sebagian besar lansia melaporkan tubuh terasa lebih rileks, nyaman, serta berkurangnya ketegangan otot setelah mengikuti kegiatan. Terapi senam anti hipertensi dan pijat punggung dapat membantu memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan relaksasi, serta memberikan efek positif terhadap kondisi fisik dan psikologis lansia. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam membantu pengelolaan hipertensi pada lansia.