Abstrak Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data tahun 2024 tercatat 560 kasus dan meningkat pada tahun 2025 menjadi 772 kasus diabetes melitus di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Jika tidak dicegah dan ditangani sejak dini, penyakit ini berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang sangat berperan dalam pembentukan perilaku pencegahan Diabetes Melitus pada masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Diabetes Melitus pada pengunjung UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung UPTD Puskesmas Panarung dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji Chi Square didapatkan ( p = 0,000 < α = 0,05). Hal itu berarti ada hubungan pengetahuan pengunjung dengan perilaku pencegahan diabetes melitus di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Kesimpulan : Pengunjung yang memiliki pengetahuan baik tentang Diabetes Melitus cenderung telah menerapkan sebagian besar perilaku pencegahan Diabetes Melitus seperti mengatur pola makan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik, dan memeriksakan kadar gula darah secara berkala. Oleh karena itu, upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Diabetes Melitus melalui promosi kesehatan harus semakin ditingkatkan, agar pengunjung mendapatkan pemahaman lebih mendalam dan pengetahuan yang lebih luas tentang pencegahan Diabetes Melitus sehingga mampu menerapkan perilaku pencegahan secara tepat dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Pengunjung Abstract Background : Diabetes Mellitus is one of the non-communicable diseases that has become a global health problem, with a prevalence that continues to increase every year. Based on data from 2024, there were 560 cases and this increased to 772 cases in 2025 at UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya. If not prevented and managed early, this disease has the potential to cause various serious complications. Knowledge is a predisposing factor that plays a significant role in shaping Diabetes Mellitus prevention behavior in the community. Objective : To determine the correlation between knowledge and Diabetes Mellitus prevention behavior among visitors of UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya. Method : This research used an analytic quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all visitors at UPTD Puskesmas Panarung, with a sample of 99 respondents selected using accidental sampling technique. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. Results : The Chi-Square test results obtained (p = 0.000 < α = 0.05), meaning there was a significant correlation between visitors' knowledge and Diabetes Mellitus prevention behavior at UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya City. Conclusion : Visitors with good knowledge of Diabetes Mellitus tend to have implemented most Diabetes Mellitus prevention behaviors, such as maintaining a healthy diet, engaging in regular physical activity, and periodically checking blood sugar levels. Therefore, efforts to improve community knowledge regarding Diabetes Mellitus through health promotion must be further enhanced, so that visitors gain a deeper understanding and broader knowledge about Diabetes Mellitus prevention, enabling them to apply prevention behaviors appropriately and consistently in daily life. Keywords : Diabetes Melitus, Knowledge, Prevention Behavior,Visitors