Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa di Ruang Digital: Kajian Pragmatik Terhadap Komunikasi Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Melalui WhatsApp Elza Leyli Lisnora Saragih; Samuel B.T Simorangkir; Caroline Caroline
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.8056

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian kesantunan berbahasa pada era digital antara mahasiswa dan dosen di Universitas HKBP Nommensen Medan  dengan menggunakan media whatsapp dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Data utama dikumpulkan berupa ujaran-ujaran yang langsung dari percakapan dosen dan mahasiswa melalui whatsapp. Data yang berupa kata-kata atau teks tersebut kemudian dianalisis dan hasil analisis  berupa penggambaran atau deskriptif. Untuk mendapatkan data yang sah dan valid, dilakukan uji validitas data yang berupa triangulasi data menurut berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukan penggunaan penanda kesantunan oleh mahasiswa dan dosen berupa penanda  menyapa dan menawarkan bantuan, menyetujui, ucapan terima kasih,meminta,meminta maaf, memberi pujian, memberi peringatan,memberi saran alternatif, menginformasikan, menolak dan  memberi perintah. Mahasiswa juga menggunakan emoticon. Emoticon digunakan untuk menggantikan Intonasi dan ekspresi wajah: dalam komunikasi tatap muka, intonasi suara dan ekspresi wajah. Emoticon berfungsi sebagai pengganti visual dari elemen-elemen tersebut, membantu menyampaikan nada yang dimaksud. Selain itu emoticon digunakan mahasiswa untuk mengurangi kesan kasar atau negatif.
DIGITALISASI REGISTER PELAPORAN BABINSA: TRANSFORMASI WACANA FORENSIK DALAM MONITORING PEMBANGUNAN DESA BANDAR DOLOK Sarma panggabean; Febrika Dwi Lestari; Samuel B.T Simorangkir
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia (JUPEMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jupemi.v3i3.466

Abstract

The digitalization of reporting systems is essential for ensuring transparency in rural governance; however, data validity remains a persistent challenge in manual reporting practices. This community service program aimed to transform the Babinsa reporting system in Bandar Dolok Village from conventional documentation into a forensic discourse–based digital reporting system. The program employed a Community-Based Action Research (CBAR) approach over three months, resulting in the implementation of the Bandar Dolok Smart-Monitoring application equipped with metadata encryption, geotagging, and automated timestamps. The implementation significantly improved data integrity, with spatial accuracy increasing by 95% and narrative objectivity improving by 91%. Reporting practices shifted from subjective descriptions to verifiable digital evidence with audit value. Beyond accelerating information flow, the system enhances transparency and accountability in village development monitoring. The program concludes that forensic-based digitalization can establish a transparent, accountable, and tamper-resistant development monitoring system.