Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gajah Sebagai Simbolik Perlawanan Deforestasi Hutan:Analisis Netnografi terhadap Kampanye #Savetessonilo Pardianto Pardianto; Andiani Herlina Putri Dega; Putri Daudia Arini; Ovalia Ovalia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3176

Abstract

Kampanye digital #SaveTessoNilo menjadi salah satu bentuk aktivisme lingkungan paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir di Indonesia, khususnya terkait isu deforestasi dan konflik manusia–gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kerusakan kawasan hutan yang masif akibat perluasan perkebunan sawit ilegal, lemahnya pengawasan, serta fragmentasi habitat telah berdampak pada peningkatan intensitas konflik antara manusia dan Gajah Sumatera. Dalam konteks tersebut, gajah terutama figur “Domang” dan ibunya “Ria” mengalami transformasi makna dalam ruang digital, tidak hanya sebagai satwa liar yang terancam punah, tetapi sebagai simbol perlawanan ekologis terhadap deforestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbolisme gajah dibentuk, dinegosiasikan, dan disirkulasikan dalam kampanye #SaveTessoNilo melalui metode netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi netizen, analisis video dokumenter, komentar publik di media sosial, liputan berita, dan konten informasional dari lembaga konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi digital memainkan peran penting dalam membangun konstruksi sosial mengenai krisis ekologis; gajah direpresentasikan sebagai korban ketidakadilan struktural akibat eksploitasi hutan. Selain itu, kampanye digital memperkuat kesadaran moral publik, menciptakan solidaritas ekologis, dan menggeser isu deforestasi dari persoalan lingkungan menjadi persoalan etika dan politik. Studi ini mempertegas bahwa aktivisme digital dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong respons negara dan mempengaruhi opini publik dalam isu konservasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis pada kajian netnografi, ekologi politik, dan komunikasi lingkungan di era digital.